Investasi saham menawarkan potensi keuntungan yang tinggi dengan ketidakpastian dan
risiko yang signifikan. Metode optimisasi portofolio konvensional seringkali kurang
efektif karena asumsis statis satu periode dan ketidakmampuan menangani kendala pasar
yang realistis. Tugas akhir ini mengusulkan kerangka kerja yang mengintegrasikan
prediksi harga saham dengan optimisasi portofolio multiperiode. Pada tahap pertama,
model hybrid machine learning BiLSTM-BO-LightGBM digunakan untuk memprediksi
harga saham harian tahun 2024 dari 44 emiten terpilih. Pada tahap kedua, masalah
diformulasikan sebagai many-objective optimization problem dengan tiga fungsi tujuan:
memaksimalkan imbal hasil terminal, meminimalkan nilai absolut maximum drawdown
(MDD), dan memaksimalkan diversitas (entropi Shannon). Model ini secara eksplisit
memperhitungkan kendala round lot, batasan kardinalitas, biaya transaksi, serta
mekanisme deposito bank untuk menampung sisa dana. Algoritma Non-dominated Sorting
Genetic Algorithm III (NSGA-III) diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan
kompleks tersebut. Hasil eksprimen menunjukkan bahwa batasan kardinalitas penting
untuk menegasi kelemahan entropi Shannon yang memaksakan seluruh saham masuk ke
dalam portofolio. Selain itu, frekuensi penyesuaian portofolio dwibulanan menghasilkan
potensi imbal hasil tertinggi (267.476%) dengan risiko penurunan yang tinggi. Sedangkan,
frekuensi penyesuaian portofolio bulanan dinilai kurang optimal akibat akumulasi
biaya transaksi yang menggerus imbal hasil bersih. Tugas akhir ini menemukan bahwa
integrasi hybrid machine learning dan NSGA-III mampu menghasilkan strategi investasi
adaptif yang unggul dibandingkan strategi pasif.
Perpustakaan Digital ITB