digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Nabiel Putra Santosa
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pelabuhan Patimban sebagai infrastruktur strategis perlu mengonsumsi energi dalam skala masif, sehingga transisi menuju energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung menjadi langkah penting untuk mewujudkan konsep Green Port. Untuk memaksimalkan efisiensi dan kelayakan investasi, diperlakukan optimasi tata latak (layout) PV Island pada area layak seluas 639.344 m2. Evaluasi dilakukan terhadap empat opsi tata letak menggunakan simulasi perangkat lunak PVsyst. Hasil perancangan menunjukkan Opsi Konfigurasi 3 merupakan desain paling optimal dengan kerapatan energi tertinggi sebesar 0,267 MWh/m2 dan produksi energi tahunan (Annual Energy Yield/AEY) mencapai 170.813 MWh. Estimasi biaya investasi awal (CAPEX) pada studi ini sebesar $124.768.340,00 dengan pengeluaran operasional (OPEX) $1.189.794,20/tahun, sehingga menghasilkan LCOE sebesar $0,064/kWh. Pada skenario dasar (base case), PLTS Terapung dinilai tidak layak secara finansial. Namun, hasil analisis sensitivitas membuktikan PLTS Terapung dapat berbalik status menjadi layak (feasible) apabila terdapat pemotongan CAPEX minimal sekitar 20% atau melalui kenaikan tarif jual listrik sebesar 21%.