Perawatan geometri jalan rel diperlukan dalam mencegah gangguan operasional
kereta api seperti goyangan keras dan rel spaten. PT Kereta Api Indonesia (Persero)
saat ini menggunakan Kereta Pemeliharaan Jalan Rel (KPJR) tipe Multi Tie Tamper
(MTT) untuk memulihkan nilai Track Quality Index (TQI) yang melebihi toleransi.
Namun, pola perawatan eksisting masih belum sepenuhnya bisa mengoptimalkan
ketersediaan window time dan jarak lokasi segmen yang perlu dirawat, sehingga
berdampak pada inefisiensi biaya operasional perawatan. Penelitian ini bertujuan
untuk menyusun model optimasi penjadwalan perawatan geometri jalan rel pada
lintas jalur hulu dan tunggal antara Cibungur – Rendeh serta membandingkan
biayanya terhadap jadwal perawatan eksisting.
Metode yang digunakan dalam memodelkan permasalahan ini adalah Mixed Integer
Linear Programming (MILP). Fungsi objektif dari model ini adalah meminimalkan
total biaya operasional perawatan yang mencakup komponen biaya persiapan, biaya
perjalanan KPJR, dan biaya kegiatan tamping. Batasan yang digunakan diantaranya
meliputi ketersediaan window time di tiap petak lintas, frekuensi tamping, serta
skenario reposisi stasiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model usulan
berhasil mengoptimalkan rute perjalanan dan durasi kerja KPJR.
Berdasarkan simulasi jadwal perawatan sepanjang tahun 2025, jadwal eksisting
membutuhkan biaya sebesar Rp345.851.800,00, sedangkan jadwal usulan hasil
optimasi dengan perubahan rute urutan kerja serta skenario reposisi stasiun
keberangkatan dan kedatangan KPJR, diperoleh sebesar Rp316.628.950,00.
Dengan demikian, penerapan model MILP ini mampu memberikan penghematan
biaya sebesar 8,45% atau sebesar Rp29.222.850,00 dibandingkan metode
penjadwalan eksisting.
Perpustakaan Digital ITB