digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


2014 TA PP AFWAN BRANDIKA PUTRA 1.pdf ]
Terbatas  Suharsiyah
» Gedung UPT Perpustakaan

Faktor perolehan minyak merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam industri perminyakan. Faktor tersebut dapat ditingkatkan menggunakan metode EOR (Enhanced Oil Recovery). Metode ini dapat dioptimasi menggunakan pola injeksi tertentu yang dapat diterapkan pada suatu lapangan. Akan tetapi banyak lapangan yang memiliki sumur tanpa pola yang teratur sehingga sulit melakukan injeksi dengan pola yang diinginkan. Inklinasi dan heterogenitas reservoir pun dapat membuat injeksi berpola menjadi tidak efektif. Salah satu pola sederhana yang dapat digunakan pada lapangan tersebut adalah pola injeksi direct line drive. Pada studi ini dilakukan peningkatan faktor perolehan minyak dengan menggunakan injeksi surfaktan pada pola injeksi direct line drive. Injeksi surfaktan dilakukan setelah reservoir diproduksi dengan injeksi air pada pola injeksi yang sama. Injeksi air maupun surfaktan dilakukan pada berbagai laju alir tertentu untuk melihat efek penyapuannya. Pada reservoir yang heterogen, metode ini dapat memberikan hasil yang tidak maksimal karena terbentuk chanelling setelah fluida injeksi mencapai sumur produksi (breakthorugh). Modifikasi dari pola injeksi ini dilakukan dengan menutup dan membuka sumur produksi tertentu untuk untuk mengatasai masalah chanelling ini dan memperbaiki penyapuan sehingga dapat memaksimalkan faktor perolehan minyak. Studi ini dilakukan pada reservoir miring yang heterogen dengan sumur injeksi pada zona air dan sumur produksi pada puncak zona minyak. Simulasi ini dilakukan dengan program simulator Eclipse. Dari hasil studi ini diketahui bahwa faktor perolehan minyak dengan mekanisme modified direct line drive paling tinggi dibandingkan mekanisme lainnya. Dengan injeksi surfaktan, faktor perolehan minyak pada modified direct line drive dapat mencapai 29.82 % dan mekanisme direct line drive dapat mencapai 28.59%. Berbeda dengan hasil sebelumnya, faktor perolehan minyak hanya mencapai 16.61% pada injeksi air.