Proses pembuatan BCTMP membutuhkan bahan kimia berupa hidrogen peroksida.
Pabrik hidrogen peroksida pada PT X menggunakan bahan baku berupa gas hidrogen
yang didapatkan dari steam methane reforming plant yang membutuhkan bahan baku
berupa methane yang harganya relatif mahal dan menghasilkan emisi berupa gas
karbon dioksida. PT X memiliki sumber gas hidrogen lainnya yang belum
termanfaatkan sempurna dan sebagian hanya dibuang ke atmosfir. Sumber lain gas
hidrogen pada PT X didapatkan dari hasil samping pabrik chlor alkali plant dan pabrik
chlorine dioxide plant. Gas hidrogen hasil produk samping dari pabrik chlor alkali
plant dan chlorine dioxide plant masih memiliki kandungan pengotor seperti NaOH
dan Cl2 yang dapat merusak katalis palladium pada pabrik hidrogen peroksida sehingga
diperlukan pemurnian lebih lanjut menggunakan teknologi yang sudah ada. Penelitian
ini bertujuan untuk menemukan kemungkinan terbaik pemanfaatan gas hidrogen
produk samping dari pabrik chlor alkali plant dan chlorine dioxide plant sebagai bahan
baku pembuatan hidrogen peroksida melalui proses pemurnian dan jalur pemanfaatan
yang efektif.
Metodologi penelitian ini meliputi studi literatur dari jurnal, pemanfaatan data
operasional lapangan, analisa aktual kandungan gas hidrogen dari chlor alkali plant
dan chlorine dioxide plant menggunakan gas chromatography, titrasi dan gas detector
kemudian dilanjutkan dengan melakukan simulasi menggunakan microsoft excel pada
setiap kemungkinan skema pemanfaatan gas hidrogen produk samping pabrik chlor
alkali plant dan chlorine dioxide plant untuk mendapatkan hasil kemurnian gas
hidrogen setelah proses pemurnian serta mendapatkan nilai total gas hidrogen yang
dapat dimanfaatkan pada masing masing skema. Pada penelitian ini akan dilakukan
analisa kelayakan aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek operasional terhadap
setiap skema pemanfaatan gas hidrogen untuk menemukan skema terbaik. Analisis ekonomi dilakukan dengan melihat nilai biaya operasional pada setiap skema, analisa
sensitivitas setiap skema terhadap perubahan harga natural gas dan perhitungan serta
perbandingan nilai Return on Investment (ROI), Payback Period (PBP), Net Profit
Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) untuk mengkaji kelayakan finansial
dari masing masing skema pemanfaatan gas hidrogen. Analisa aspek lingkungan
dilakukan untuk melihat pengurangan jumlah emisi CO2 dan H2 yang didapatkan pada
masing masing skema pemanfaatan produk samping gas hidrogen akibat dari
pengurangan pemakaian natural gas dan pemanfaatan gas hidrogen yang sebelumnya
terbuang ke atmosfir. Analisa operasional juga dilakukan dengan melihat efek setiap
skema terhadap produksi dan penggunaan bahan kimia pada existing plant serta
membandingankan total resiko setiap skema melalui analisa resiko menggunakan
matriks resiko pada PT X. Pengambilan kesimpulan skema terbaik dilakukan dengan
menggunakan metode pembobotan pada setiap skema terhadap aspek ekonomi, aspek
lingkungan dan aspek operasional dengan bobot 40%, 30% dan 30 % berdasarkan
literatur untuk mendapatkan standar skema yang layak secara finansial, aman bagi
lingkungan dan layak untuk dioperasikan.
Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa skema nomor 4 adalah skema
terbaik pemanfaatan produk samping gas hidrogen baik dari chlor alkali plant maupun
chlorine dioxide plant pada PT X di mana gas hidrogen dapat digunakan secara optimal
sebagai bahan baku pembuatan hidrogen peroksida dan mendapat nilai tambah dari
penambahan produksi HCl dan pengurangan konsumsi internal bahan kimia NaOH
sebagai bahan penyerap gas Cl2 pada gas hidrogen yang akan di buang ke atmosfir pada
chlorine dioxide plant. Skema 4 mendapatkan Nilai ROI 31,83 %, IRR 31,3 %, PBP
3,14 tahun jika dianggap gas hidrogen adalah produk samping sementara untuk gas
hidrogen sebagai produk utama didapatkan nilai ROI 23,24 % IRR 22,07 %, PBP 4,3
tahun serta pengurangan GWP100 sebanyak 57,14 ton CO2e per hari.
Perpustakaan Digital ITB