digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Proses pembuatan BCTMP membutuhkan bahan kimia berupa hidrogen peroksida. Pabrik hidrogen peroksida pada PT X menggunakan bahan baku berupa gas hidrogen yang didapatkan dari steam methane reforming plant yang membutuhkan bahan baku berupa methane yang harganya relatif mahal dan menghasilkan emisi berupa gas karbon dioksida. PT X memiliki sumber gas hidrogen lainnya yang belum termanfaatkan sempurna dan sebagian hanya dibuang ke atmosfir. Sumber lain gas hidrogen pada PT X didapatkan dari hasil samping pabrik chlor alkali plant dan pabrik chlorine dioxide plant. Gas hidrogen hasil produk samping dari pabrik chlor alkali plant dan chlorine dioxide plant masih memiliki kandungan pengotor seperti NaOH dan Cl2 yang dapat merusak katalis palladium pada pabrik hidrogen peroksida sehingga diperlukan pemurnian lebih lanjut menggunakan teknologi yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kemungkinan terbaik pemanfaatan gas hidrogen produk samping dari pabrik chlor alkali plant dan chlorine dioxide plant sebagai bahan baku pembuatan hidrogen peroksida melalui proses pemurnian dan jalur pemanfaatan yang efektif. Metodologi penelitian ini meliputi studi literatur dari jurnal, pemanfaatan data operasional lapangan, analisa aktual kandungan gas hidrogen dari chlor alkali plant dan chlorine dioxide plant menggunakan gas chromatography, titrasi dan gas detector kemudian dilanjutkan dengan melakukan simulasi menggunakan microsoft excel pada setiap kemungkinan skema pemanfaatan gas hidrogen produk samping pabrik chlor alkali plant dan chlorine dioxide plant untuk mendapatkan hasil kemurnian gas hidrogen setelah proses pemurnian serta mendapatkan nilai total gas hidrogen yang dapat dimanfaatkan pada masing masing skema. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa kelayakan aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek operasional terhadap setiap skema pemanfaatan gas hidrogen untuk menemukan skema terbaik. Analisis ekonomi dilakukan dengan melihat nilai biaya operasional pada setiap skema, analisa sensitivitas setiap skema terhadap perubahan harga natural gas dan perhitungan serta perbandingan nilai Return on Investment (ROI), Payback Period (PBP), Net Profit Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) untuk mengkaji kelayakan finansial dari masing masing skema pemanfaatan gas hidrogen. Analisa aspek lingkungan dilakukan untuk melihat pengurangan jumlah emisi CO2 dan H2 yang didapatkan pada masing masing skema pemanfaatan produk samping gas hidrogen akibat dari pengurangan pemakaian natural gas dan pemanfaatan gas hidrogen yang sebelumnya terbuang ke atmosfir. Analisa operasional juga dilakukan dengan melihat efek setiap skema terhadap produksi dan penggunaan bahan kimia pada existing plant serta membandingankan total resiko setiap skema melalui analisa resiko menggunakan matriks resiko pada PT X. Pengambilan kesimpulan skema terbaik dilakukan dengan menggunakan metode pembobotan pada setiap skema terhadap aspek ekonomi, aspek lingkungan dan aspek operasional dengan bobot 40%, 30% dan 30 % berdasarkan literatur untuk mendapatkan standar skema yang layak secara finansial, aman bagi lingkungan dan layak untuk dioperasikan. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa skema nomor 4 adalah skema terbaik pemanfaatan produk samping gas hidrogen baik dari chlor alkali plant maupun chlorine dioxide plant pada PT X di mana gas hidrogen dapat digunakan secara optimal sebagai bahan baku pembuatan hidrogen peroksida dan mendapat nilai tambah dari penambahan produksi HCl dan pengurangan konsumsi internal bahan kimia NaOH sebagai bahan penyerap gas Cl2 pada gas hidrogen yang akan di buang ke atmosfir pada chlorine dioxide plant. Skema 4 mendapatkan Nilai ROI 31,83 %, IRR 31,3 %, PBP 3,14 tahun jika dianggap gas hidrogen adalah produk samping sementara untuk gas hidrogen sebagai produk utama didapatkan nilai ROI 23,24 % IRR 22,07 %, PBP 4,3 tahun serta pengurangan GWP100 sebanyak 57,14 ton CO2e per hari.