Degradasi efisiensi termodinamika pada PLTU sering terjadi akibat akumulasi fouling pada alat penukar panas kondensor. Lapisan kerak meningkatkan resistansi termal yang memicu penurunan tekanan vakum, sehingga memaksa boiler melakukan over-firing yang berakibat pada lonjakan konsumsi batu bara dan denda emisi karbon. Dominasi jadwal perawatan berbasis waktu (TBM) di industri terbukti tidak efisien secara komersial. Oleh karena itu, penelitian ini menyusun model matematis terintegrasi yang mencari titik ekuilibrium tekno-ekonomi jadwal pembersihan kondensor paling optimum menuju strategi perawatan berbasis kondisi (CBM)
Penelitian ini menggunakan basis data operasional aktual dari PLTU berkapasitas 330 MW dengan sistem pendingin air laut. Degradasi termal dimodelkan dengan kinetika asimtotik Kern-Seaton yang divalidasi melalui penyelarasan kurva. Model fisis ini diikat dalam iterasi keseimbangan kalor harian untuk kemudian dikonversi menjadi fungsi objektif biaya yang mempengaruhi kerugian variabel dengan biaya intervensi konstan, pencarian titik minimum global tersebut diselesaikan menggunakan algoritma Evolutionary pada Microsoft Excel.
Hasil optimasi membuktikan adanya pergeseran jadwal ekuilibrium yang signifikan bergantung pada status pembebanan unit. Pada skenario warm startup, pembersihan optimum tercapai pada hari operasi ke-119 dengan total penghematan hingga Rp178 miliar per tahun. Sebaliknya, skenario pemeliharaan separuh beban terbukti jauh lebih superior dengan titik optimum pada hari ke-71 dengan penghematan hingga Rp213 miliar per tahun.
Perpustakaan Digital ITB