Integrasi Distributed Generation (DG) pada sistem distribusi menghadirkan aliran
daya dua arah dan arus gangguan yang bervariasi yang sering menyebabkan
skema proteksi konvensional kehilangan koordinasi. Studi ini mengatasi
tantangan tersebut dengan mengoptimalkan koordinasi relai proteksi dalam sistem
distribusi 20 kV dengan dua DG yang terhubung di sebuah sistem distribusi
eksisting yang berada pada Kalimantan Tengah. Pengaturan relai, khususnya arus
pickup dan Time Multiplier Setting (TMS), dioptimalkan untuk meminimalkan
total waktu operasi relai sambil tetap mematuhi batasan Coordination Time
Interval (CTI) di bawah berbagai skenario operasi. Untuk menyelesaikan masalah
nonlinier yang sangat terbatas ini, algoritma Hunger Games Search (HGS)
diusulkan, dan kinerjanya dibandingkan dengan Differential Evolution (DE) dan
Gray Wolf Optimization (GWO). Hasil optimasi menunjukkan bahwa metode
HGS mengungguli algoritma benchmark lainnya, berhasil mencapai waktu
operasi relai total minimum dengan konvergensi yang lebih cepat dan iterasi yang
jauh lebih sedikit. Konvergensi yang cepat ini sangat penting untuk skema
proteksi adaptif real time, karena memungkinkan penghitungan ulang dan
pembaruan pengaturan relai secara online dengan cepat untuk menjaga keamanan
sistem yang berkelanjutan segera setelah perubahan topologi jaringan. Oleh
karena itu, metode HGS yang diusulkan terbukti menjadi alat yang sangat efektif
dan andal untuk memastikan koordinasi proteksi yang cepat, selektif, sensitif, dan
dapat diandalkan dalam jaringan distribusi aktif.
Perpustakaan Digital ITB