digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

C-Fikosianin (C-PC) merupakan pigmen fikobiliprotein utama dari Spirulina platensis yang memiliki aktivitas antioksidan. Peningkatan aktivitas antioksidan umumnya dalam bentuk peptida bioaktif yang dihasilkan dari proses hidrolisis enzimatis C-PC yang optimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kondisi hidrolisis enzimatis C-PC untuk menghasilkan peptida dengan potensi antioksidan tinggi. C-PC diekstraksi dari biomassa Spirulina platensis, dimurnikan menggunakan metode Aqueous Two-Phase System (ATPS) dan dialisis, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan metode BCA. Optimasi hidrolisis dilakukan menggunakan enzim papain, alkaline protease, dan tripsin dengan variasi rasio enzim terhadap substrat (E/S) 5, 7, dan 10 U/mg serta waktu hidrolisis 1–5 jam. Derajat hidrolisis (DH) ditentukan dengan metode LowryHartree, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH, dan hidrolisat optimum dikarakterisasi dengan SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis enzim, rasio E/S, dan waktu hidrolisis memengaruhi nilai DH secara signifikan (p-value<0,05). Hasil DH tertinggi setiap enzim, yaitu hidrolisat tripsin pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH tertinggi sebesar 45,69%, kemudian diikuti hidrolisat hasil papain pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam pula sebesar 34,97%, dan hidrolisat alkaline protease pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH sebesar 20,20%. Uji aktivitas antioksidan DPPH dilakukan pada 3 kandidat DH tertinggi untuk setiap enzim sebagai bahan evaluasi bioaktivitas hidrolisat. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa hidrolisat papain pada rasio E/S 5 U/mg selama 2 jam menghasilkan aktivitas antioksidan tertinggi, yaitu 44,69%. Sementara aktivitas hidrolisat terendah diperoleh menggunakan hidrolisat tripsin pada rasio 5U/mg selama 5 jam. Hasil penelitian kondisi optimum berdasarkan parameter derajat hidrolisis diperoleh menggunakan enzim tripsin pada rasio E/S 5 U/mg selama 5 jam dengan nilai DH sebesar 45,69%, sedangkan aktivitas antioksidan hidrolisat tidak menunjukkan hubungan yang berbanding lurus dengan nilai DH.