digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

LUTHFANADA ADRINI
PUBLIC Open In Flipbook Latifa Noor

Endoglukanase merupakan enzim yang berperan dalam pemecahan selulosa, komponen utama dinding sel tumbuhan yang melimpah pada biomassa alam. Enzim ini memiliki peran krusial dalam industri kertas, tekstil, pengolahan limbah, dan bioenergi. Namun, produksi endoglukanase secara alami masih terbatas, sehingga pengembangan metode produksi efektif melalui pendekatan bioteknologi sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengekspresikan gen endoglukanase rekombinan menggunakan sistem ragi Pichia pastoris dan mengoptimasi kondisi produksi endoglukanase. Tahapan penelitian meliputi seleksi koloni transforman P. pastoris, induksi ekspresi gen menggunakan variasi konsentrasi metanol 1?3% (v/v) selama 5 hari inkubasi pada kepadatan awal sel OD1 dan OD5. Kuantifikasi protein selanjutnya ditentukan dengan metode Bradford. Aktivitas dilakukan dengan menentukan jumlah gula pereduksi hasil hidrolisis substrat carboxymethyl cellulose (CMC) 1% (b/v) menggunakan metode DNS. Analisis terhadap elektroforegram poliakrilamid SDS-PAGE mengonfirmasi keberhasilan sekresi protein rekombinan dalam sel P. pastoris dengan munculnya pita spesifik berukuran 38 kDa. Pada kelompok OD1, aktivitas spesifik tertinggi diperoleh dari perlakuan metanol 2,5% (v/v) sebesar 8,8 ± 1,2 U/mg, sedangkan pada kelompok OD5 aktivitas spesifik enzim optimal (9,2 ± 0,7 U/mg) diperoleh pada perlakuan metanol 2% (v/v). Oleh karena itu, pengujian fungsional menunjukkan bahwa puncak nilai aktivitas spesifik tertinggi dicapai pada hari ke-2 inkubasi untuk kedua variasi kerapatan sel walaupun pertumbuhan sel ragi paling optimal pada hari ke-4. Sejalan dengan hal tersebut, validasi statistik menggunakan Pareto Plot menegaskan bahwa faktor hari (waktu inkubasi) dan OD (kerapatan awal sel) merupakan dua parameter utama yang memberikan kontribusi paling dominan (Magnitude of Effect) dalam mengontrol fluktuasi aktivitas spesifik enzim endoglukanase rekombinan