digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ilusi merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan pada penambanganbawah tanah dengan metode cut and fill stoping.Penambahan waste ke dalamlombong menaikkan jumlah tonase bijihtertambang, namun di sisi lain menaikkanbiaya operasi,sehingga diperlukan suatu pendekatan kuantitatif untuk menentukanseberapa besar dilusi yang masih dapat ditoleransi pada tiap kadar Au. Penelitianini bertujuan menganalisis hubungan antara kadar Au (ppm) dan tingkat dilusi (%),melakukan valuasi lombongdengan pendekatan operating income, membangungrafik ambang batas dilusi pada tiap kadar Au, serta memperoleh hasil optimasiyang menghasilkan keuntungan optimal. Pemodelan lombong dilakukan denganfitur Deswik Auto Stope Designer pada block model PT. XYZdengan dimensilombong panjang 3 m, tinggi 5 m, dan lebar divariasikan 3-10 m sehingga diperolehvariasi dilusi 1-30% untuk kadar Au 1-15 ppm. Valuasi dilakukan denganmenghitungoperating income menggunakan parameter keekonomian rata-rata hasilkompilasi technical report, yaitu mining cost 104,04 USD/t, processing cost 36,86USD/t, refining cost 3,69 USD/toz, SG&A cost 35,43 USD/t, harga emas 1.422,00USD/toz, serta mining, processing, dan refining recovery berturut-turut 93,84%,93,32%, 99,19%, sertaroyalty 1.44%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilusiyang dapat ditoleransi berbanding lurus dengan kadar Au dan mengikuti fungsiregresi logaritmik y = 10,647 ln(x)-12,747 dengan R² = 0,9399. Penerapan fungsitersebut pada seluruh endapan menghasilkan pemodelanlombong dengan dilusirata-rata 6,87% dan operating income sebesar 86.186.113,09 USD, lebih tinggidibandingkan pemodelan menggunakan Deswik Stope Optimizerdenganoperatingincome tertinggi sebesar 85.129.186,50 USD.