Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh elemen sistem struktur EBF yang
menghasilkan berat paling ringan dengan tidak mengabaikan aspek kekuatan serta
kemampulayanan struktur. Optimasi dilakukan dalam bentuk 2D untuk sistem
struktur EBF dengan konfigurasi inverted-V dengan variasi tinggi 5 lantai dan 10
lantai. Metode optimasi yang digunakan adalah metode Algoritma Genetika dengan
batasan Demand Capacity Ratio (DCR), simpangan atar lantai serta sudut rotasi
plastis elemen link. Database pencarian elemen link yang digunakan adalah elemen
link built-up, sedangkan database untuk elemen non-link yang digunakan adalah
penampang WF dari database AISC. Kemudian dilakukan analisis pushover
(Nonlinear Static Pushover) untuk memverifikasi urutan kelelehan sesuai dengan
konsep desain kapasitas serta memastikan sistem struktur memenuhi Performance
Objective yang ditetapkan, yaitu untuk sistem struktrur yang diperika terhadap
Desain Based Earthquake (DBE) harus memenuhi target kinerja Life Safet (LS).
Hasil optimasi untuk sistem struktur EBF 2D 5 lantai menghasilkan sistem struktur
dengan berat sebesar 22.5 ton dan 40 ton untuk berat sistem struktur EBF 10 lantai.
Kedua hasil optimasi tersebut tidak melakukan pelanggaran yang telah disyaratkan.
Selain itu, hasil analisis pushover untuk kedua variasi jumlah lantai juga
menunjukkan urutan kelelehan yang sesuai dengan konsep desain kapasitas, dimana
sendi plastis pertama terjadi pada elemen link sedangkan elemen non-link tetap
dalam kondisi elastik. Simpangan sistem struktur secara global yang terjadi pada
perpindahan target tidak lebih dari 1.5%, begitu juga dengan sudut rotasi elemen
link yang tidak lebih dari 0.14 rad. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem
struktur menggunakan elemen hasil optimasi menggunakan Algoritma Genetika
memenuhi target kinerja (Life Safety) yang ditetapkan.
Perpustakaan Digital ITB