digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh elemen sistem struktur EBF yang menghasilkan berat paling ringan dengan tidak mengabaikan aspek kekuatan serta kemampulayanan struktur. Optimasi dilakukan dalam bentuk 2D untuk sistem struktur EBF dengan konfigurasi inverted-V dengan variasi tinggi 5 lantai dan 10 lantai. Metode optimasi yang digunakan adalah metode Algoritma Genetika dengan batasan Demand Capacity Ratio (DCR), simpangan atar lantai serta sudut rotasi plastis elemen link. Database pencarian elemen link yang digunakan adalah elemen link built-up, sedangkan database untuk elemen non-link yang digunakan adalah penampang WF dari database AISC. Kemudian dilakukan analisis pushover (Nonlinear Static Pushover) untuk memverifikasi urutan kelelehan sesuai dengan konsep desain kapasitas serta memastikan sistem struktur memenuhi Performance Objective yang ditetapkan, yaitu untuk sistem struktrur yang diperika terhadap Desain Based Earthquake (DBE) harus memenuhi target kinerja Life Safet (LS). Hasil optimasi untuk sistem struktur EBF 2D 5 lantai menghasilkan sistem struktur dengan berat sebesar 22.5 ton dan 40 ton untuk berat sistem struktur EBF 10 lantai. Kedua hasil optimasi tersebut tidak melakukan pelanggaran yang telah disyaratkan. Selain itu, hasil analisis pushover untuk kedua variasi jumlah lantai juga menunjukkan urutan kelelehan yang sesuai dengan konsep desain kapasitas, dimana sendi plastis pertama terjadi pada elemen link sedangkan elemen non-link tetap dalam kondisi elastik. Simpangan sistem struktur secara global yang terjadi pada perpindahan target tidak lebih dari 1.5%, begitu juga dengan sudut rotasi elemen link yang tidak lebih dari 0.14 rad. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem struktur menggunakan elemen hasil optimasi menggunakan Algoritma Genetika memenuhi target kinerja (Life Safety) yang ditetapkan.