digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


DHIA NAJMI PERMANA
EMBARGO  2029-10-16 

DHIA NAJMI PERMANA
EMBARGO  2029-10-16 

DHIA NAJMI PERMANA
EMBARGO  2029-10-16 

DHIA NAJMI PERMANA
EMBARGO  2029-10-16 

DHIA NAJMI PERMANA
EMBARGO  2029-10-16 

DHIA NAJMI PERMANA
PUBLIC Open In Flipbook Yati Rochayati

Organohalogen merupakan senyawa organik yang mengandung ikatan karbon– halogen (C–X). Senyawa ini banyak digunakan dalam sektor industri dan pertanian, namun bersifat toksik, persisten, dan sulit terdegradasi secara alami. Salah satu pendekatan ramah lingkungan untuk penanganan pencemaran organohalogen adalah bioremediasi menggunakan mikroorganisme yang menghasilkan haloasam dehalogenase, suatu enzim yang mengkatalisis pemutusan ikatan karbon–halogen pada senyawa haloasam seperti asam monokloroasetat (MCA). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum aktivitas haloasam dehalogenase dari Burkholderia cepacia ATNM4. Gen bchad1 telah berhasil diklon dan diekspresikan dalam Escherichia coli BL21(DE3)/pET-bchad1. Kondisi optimum aktivitas Bchad1 ditentukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) berdasarkan parameter pH reaksi, suhu reaksi, dan waktu reaksi. Bchad1 yang dihasilkan oleh E. coli BL21(DE3)/pET-bchad1 dimurnikan menggunakan kolom afinitas Ni-NTA dan dikarakterisasi dengan SDS-PAGE. Aktivitas Bchad1 ditentukan secara kolorimetri berdasarkan pelepasan ion klorida dari substrat MCA. Hasil SDS-PAGE menunjukkan bahwa Bchad1 memiliki massa molekul ~30 kDa. Ekstrak kasar Bchad1 memiliki aktivitas spesifik sebesar 0,031 U/mg, sedangkan setelah pemurnian menggunakan kolom afinitas Ni-NTA diperoleh aktivitas spesifik 0,110 U/mg. Optimasi aktivitas Bchad1 menggunakan RSM menghasilkan model orde dua yang signifikan (p = 6,35 × 10-5), dengan nilai R2 = 95,62% dan adjusted R2 = 90,74%. Model orde dua menunjukkan kecocokan yang memadai dengan data eksperimen dan dapat digunakan untuk prediksi kondisi optimum. Kondisi optimum diprediksi pada pH 8,37, suhu 46,5 ?C, dan waktu reaksi 1,5 menit dengan prediksi aktivitas spesifik 2,398 U/mg. Hasil validasi eksperimental menunjukkan aktivitas spesifik sebesar 2,606 ??0,085 U/mg dengan error 8,67% terhadap nilai prediksi.