digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Alifia Zahratul Ilmi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kesehatan mental mahasiswa merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan akademik dan kualitas hidup selama studi. Di Institut Teknologi Bandung (ITB), tingginya permintaan layanan konseling psikologi tidak sebanding dengan ketersediaan psikolog sehingga waktu tunggu antrean konsultasi dapat mencapai lebih dari satu bulan. Sistem penjadwalan berbasis first come, first serve berisiko terlambatnya penanganan kasus mahasiswa dengan kondisi psikologis kritis. Penelitian ini merancang algoritma triase psikologi untuk mengoptimalkan proses penjadwalan konseling. Algoritma ini memanfaatkan hasil skrining oleh Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) pada tahap pra-konseling untuk menilai tingkat urgensi, memberikan skor prioritas (Intervensi Mandiri (Self-Help), Layanan Konseling Terjadwal (Reguler), Layanan Konseling Prioritas (Urgent), dan Keadaan Darurat Psikologis (Emergency)), dan mengarahkan mahasiswa ke layanan yang sesuai. Pengujian menggunakan confusion matrix dilakukan untuk mengukur tingkat kesesuaian hasil triase berbasis PHQ-9 terhadap penilaian psikolog ITB sebagai acuan. Pada desain awal, akurasinya mencapai 64% dan nilai F1 sebesar 75%. Setelah dilakukan penyempurnaan struktur decision tree dengan mengeksklusi kasus darurat, akurasi meningkat menjadi 84% (+20%) dan nilai F1 sebesar 88% (+13%), mengindikasikan bahwa algoritma mampu meniru pola penilaian psikolog secara lebih konsisten dan andal. Pengujian sistem menunjukkan kenaikan skor UEQ (-0.5 menjadi 0.72) dan SUS dari kategori Not Acceptable menjadi Marginal (+11.9 poin). Dari hasil perhitungan terhadap data layanan BK ITB, algoritma triase psikologis digital di Bimbingan Konseling ITB mampu mempercepat penanganan kasus berisiko tinggi (16,81% pengguna layanan konseling mendapatkan jadwal 1-3 hari sejak pendaftaran), serta mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas layanan konseling (30,17% dari total kapasitas layanan). Sehingga, implementasi triase digital psikologis dapat meningkatkan optimalisasi waktu tunggu layanan konseling psikologis untuk mahasiswa.