Struktur pesawat militer mengalami variable-amplitude loading selama operasi rutin, dan beban berulang yang jauh di bawah batas kekuatan statis tetap dapat mengakumulasi fatigue damage dan mendegradasi struktur seiring waktu. Penelitian ini menyusun spektrum exceedance normal load factor (????????????????) per-misi, per-pesawat, dan mission-weighted fleet-average dari data flight data recorder (FDR) pesawat latih dasar yang dioperasikan oleh sebuah angkatan udara menggunakan metode ASTM level-crossing counting, membandingkannya dengan spektrum referensi MIL-A-8866B, serta menghasilkan pseudorandom load sequence yang reproducible dari spektrum representatif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang jelas antar misi dan antar pesawat, dengan Mission 7 menghasilkan pembebanan positif paling severe dan salah satu pesawat dalam armada mencatat beban tertinggi. Spektrum tersebut juga menunjukkan cumulative exceedance yang lebih sering pada rentang beban moderat dibandingkan MIL-A-8866B, yang mengindikasikan fatigue demand yang lebih besar pada airframe dibandingkan prediksi spektrum referensi, meskipun hal ini tidak dapat dikuantifikasi hanya dari data exceedance. Load sequence yang dihasilkan mereproduksi distribusi pembebanan fleet-average, menyediakan basis bagi analisis fatigue-life dan damage-tolerance yang diperlukan untuk mengkuantifikasi efek tersebut, sekaligus menegaskan bahwa tingkat keparahan operasional, yang bergantung pada profil misi maupun utilisasi pesawat, memerlukan analisis fatigue struktural yang melampaui perbandingan load spectrum semata.
Perpustakaan Digital ITB