digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Material yang mengalami laju regangan tinggi, seperti pada benturan, tabrakan, atau ledakan, seringkali menunjukkan perilaku yang berbeda dibandingkan pada pengujian kuasi-statis standar. Split Hopkinson Pressure Bar, ketika diadaptasi untuk pembebanan tarik melalui konfigurasi pembebanan Direct Tensile Bar, disebut sebagai Split Hopkinson Tensile Bar (SHTB). Metode ini belum terstandarisasi, khususnya terkait geometri spesimen. Penelitian ini menggunakan analisis elemen hingga (finite element analysis) pada Abaqus CAE untuk mengkaji metode pembebanan Direct Tensile Bar yang diterapkan pada spesimen dogbone subsize ASTM E8 dengan berbagai variasi ketebalan. Studi konvergensi mesh (mesh convergence) dilakukan, dan model divalidasi melalui pemeriksaan kesetimbangan gaya (force equilibrium) serta perbandingan dengan teori perambatan gelombang (wave propagation) dan model material Johnson Cook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan spesimen secara jelas memengaruhi laju regangan, kesetimbangan gaya, dan kecepatan spesimen dalam mencapai kondisi pembebanan yang stabil. Overshoot tegangan pada tahap awal muncul di seluruh kasus, yang teridentifikasi berasal dari panjang gauge (gauge length) spesimen dan bukan akibat kesalahan simulasi, sementara kenaikan suhu akibat pemanasan adiabatik tetap dapat diabaikan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa metode pembebanan Direct Tensile Bar secara numerik valid untuk pengujian tarik pada laju regangan tinggi, meskipun spesimen subsize ASTM E8 kurang sesuai untuk pengujian ini karena penampang gauge-nya yang relatif besar, sehingga menunjukkan perlunya geometri spesimen dengan skala yang lebih sesuai.