digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Papan skateboard umumnya tersusun atas lapisan kayu maple yang memiliki karakter kuat, tahan terhadap benturan, serta memiliki karakter di segi visual dari susunan laminasi dan warna kayu. Setelah mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat menjalankan fungsi utamanya, papan skateboard berpotensi menjadi limbah meskipun sebagian karakter dan kualitas materialnya masih dapat dimanfaatkan. Kondisi tersebut membuka peluang pengembangan material melalui konsep upcycle, yaitu proses pemanfaatan kembali material bekas dengan tujuan menghasilkan nilai danvatau kualitas yang lebih tinggi pada kehidupan berikutnya. Kromics merupakan studio keramik mandiri yang mengembangkan limbah papan skateboard menjadi bagian dari beberapa lini produk, yaitu gagang mug keramik, coaster, dan gantungan tas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan upcycle pada produk Kromics serta menganalisis peningkatan nilai material limbah papan skateboard melalui dimensi bentuk atau estetika, fungsi, dan ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data literatur terkait definisi upcycle, observasi pada lini produk Kromics series limbah papan skateboard, wawancara mendalam kepada praktisi, dan penyebaran kuesioner likert terkait persepsi pengguna terhadap konsep upcycle dan pada produk Kromics yang digunakan sebagai dukungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Kromics memiliki karakter praktik upcycle dengan tingkat ketercapaian yang berbeda pada setiap prinsip. Pada dimensi bentuk atau estetika, karakter warna, laminasi, dan visual papan skateboard dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi bagian identitas produk. Pada dimensi fungsi, material yang telah kehilangan fungsi awal memperoleh kegunaan baru sebagai gagang mug, coaster, dan aksesori. Pada dimensi ekonomi, material limbah kembali menjadi bagian dari produk yang memiliki nilai jual dan memperoleh penerimaan pasar. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan nilai material dalam konsep upcycle tidak hanya terjadi melalui penggunaan kembali limbah, tetapi melalui proses desain yang mampu mengaktifkan kembali potensi bentuk, fungsi, dan nilai ekonominya.