digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF TEKNOLOGI PEMANFAATAN LUMPUR HASIL PENGOLAHAN IPAL DOSMESTIK DAN PENGERUKAN BADAN AIR DI PROVINSI DKI JAKARTA Oleh Dinna Rachmayanti NIM: 25724001 (Program Studi Magister Pengelolaan Infrastuktur Air Bersih dan Sanitasi) Peningkatan cakupan layanan sanitasi perkotaan dan intensitas kegiatan pengerukan badan air telah menyebabkan peningkatan volume lumpur yang memerlukan pengelolaan, sementara keterbatasan lahan pembuangan semakin membatasi kapasitas pengelolaan lumpur. Kondisi ini menuntut pengembangan strategi pengelolaan yang berorientasi pada pemulihan sumber daya dan ekonomi sirkular. Namun, pemilihan teknologi pemanfaatan lumpur masih menghadapi tantangan karena harus mempertimbangkan berbagai aspek teknis, lingkungan, ekonomi, dan keberlanjutan secara terpadu. Oleh karena itu, diperlukan suatu kerangka evaluasi yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara objektif dan komprehensif. Penelitian ini mengembangkan suatu model evaluasi untuk menentukan alternatif teknologi pemanfaatan lumpur yang paling berkelanjutan dengan mengintegrasikan metode Vlsekriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR) dan pembobotan entropi. Sistem evaluasi disusun berdasarkan 14 indikator yang dikelompokkan ke dalam 5 dimensi utama, yaitu karakteristik lumpur, dampak lingkungan, dampak ekonomi, perubahan entropi, dan tingkat pemanfaatan sumber daya. Model yang dikembangkan kemudian diterapkan pada studi kasus pengelolaan lumpur hasil pengolahan air limbah domestik dan pengerukan badan air di Provinsi DKI Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknologi komposting merupakan alternatif terbaik dengan nilai indeks VIKOR (Qj) sebesar 0,0000, diikuti oleh insinerasi (0,2864), anaerobic digestion (0,3222), black soldier fly larvae (BSFL) (0,3432), hydrothermal carbonization (HTC) (0,4644), dan landfill (1,0000), yang menunjukkan bahwa teknologi berbasis pemulihan sumber daya memiliki kinerja yang lebih unggul dibandingkan opsi pembuangan akhir. Temuan tersebut diperkuat oleh hasil validasi institusional yang mengindikasikan bahwa Provinsi DKI Jakarta memiliki tingkat kesiapan yang memadai untuk mengimplementasikan teknologi pemanfaatan lumpur melalui dukungan kelembagaan, infrastruktur dasar, dan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan. Meskipun demikian, implementasi skala penuh masih memerlukan penguatan regulasi yang secara khusus mengatur pemanfaatan lumpur serta peningkatan investasi dan pendanaan jangka panjang. Secara keseluruhan, model evaluasi yang dikembangkan menyediakan kerangka pengambilan keputusan yang komprehensif dan dapat direplikasi untuk mendukung perumusan kebijakan pengelolaan lumpur yang berorientasi pada pemulihan sumber daya, keberlanjutan lingkungan, dan transisi menuju ekonomi sirkular.