Air tanah merupakan sumber daya vital yang berperan penting dalam pemenuhan
kebutuhan domestik dan industri. Pengelolaan air tanah di Provinsi Jawa Barat
menghadapi tantangan kompleksnya kondisi hidrogeologi dan pemanfaatan yang
cukup intensif oleh pengguna air tanah. Pemodelan konvensional berbasis fisik sulit
menangkap dinamika air tanah akibat faktor eksternal seperti perubahan iklim dan
aktivitas manusia secara real time. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan
pengelolaan air tanah dengan menerapkan pendekatan data-driven melalui teknik
data mining khususnya pada Cekungan Air Tanah (CAT) Bandung-Soreang. Data
yang digunakan mencakup periode Januari 2022 hingga Desember 2025, terdiri atas
data Muka Air Tanah (MAT), volume pengambilan air tanah, curah hujan,
cuaca/meteorologi dan sungai/runoff. Metode yang digunakan meliputi featurebased
clustering dengan Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) untuk
mengelompokkan pola dinamika MAT dan Long Short-Term Memory (LSTM)
untuk memprediksi dinamika MAT pada masing-masing cluster.
Clustering menghasilkan enam cluster dengan karakteristik dinamika air tanah
yang berbeda. Evaluasi model prediksi menunjukkan bahwa model LSTM berbasis
cluster memiliki performa lebih baik dibandingkan model keseluruhan, ditunjukkan
oleh nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang lebih kecil serta nilai Nash-
Sutcliffe Efficiency Coefficient (NSE) dan Pearson Correlation Coefficient (PR)
yang lebih besar. Rekomendasi tindak lanjut pada Cluster 1 diarahkan pada
recovery air tanah dan pembatasan ketat, Cluster 2 pada pengendalian transisi,
Cluster 3 pada pengelolaan banjir dan limpasan, Cluster 4 pada pencegahan
penurunan MAT wilayah urban, Cluster 5 pada perlindungan daerah resapan dan
Cluster 6 pada evaluasi efektivitas intervensi kebijakan. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa pendekatan berbasis data mining dapat digunakan sebagai
instrumen pendukung keputusan untuk melengkapi pendekatan hidrogeologi
konvensional oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Perpustakaan Digital ITB