digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Irfan Kampono
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Metana (CH4) merupakan salah satu gas rumah kaca utama yang berperan penting dalam pemanasan global, namun informasi mengenai dinamika CH4 di sistem pesisir Indonesia masih sangat terbatas. Studi ini mengkaji distribusi, akumulasi, transpor, dan kontrol lingkungan CH4 pada beberapa sistem pesisir tropis Indonesia yang merepresentasikan lingkungan biogenik dan geogenik/termogenik, meliputi Teluk Jakarta, Delta Berau, Teluk Cirebon, dan Perairan Sabang. Observasi lapangan dilakukan pada air pori sedimen, CH4 terlarut di kolom air, dan CH4 atmosfer, serta dikombinasikan dengan parameter oseanografi dan lingkungan seperti oksigen terlarut, salinitas, suhu, nutrien, dan kondisi hidrodinamika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teluk Jakarta memperlihatkan akumulasi CH4 tertinggi di antara sistem biogenik, terutama di wilayah pesisir dan estuari yang dipengaruhi oleh eutrofikasi, masukan antropogenik, dan kondisi oksigen rendah. Konsentrasi CH4 air pori sedimen mencapai 168,97 ?mol L?1 di sekitar Muara Marunda selama musim barat. Sebaliknya, Sabang sebagai sistem hidrotermal dangkal menunjukkan bahwa hotspot emisi udara-laut tidak selalu berasosiasi langsung dengan lokasi sumber CH4, karena distribusi dan pelepasan metana dikontrol oleh transpor kolom air, stratifikasi, dan pertukaran gas yang dipengaruhi angin. Studi ini mengonfirmasi bahwa dinamika CH4 pada sistem pesisir Indonesia dikendalikan oleh interaksi antara produksi bentik, kondisi lingkungan, dan proses transpor fisik yang berbeda pada masing-masing sistem pesisir. Temuan ini menyediakan kerangka konseptual komparatif untuk memahami sistem CH4 pesisir biogenik dan geogenik/termogenik di wilayah tropis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir tropis Indonesia tidak hanya berperan sebagai penyimpan karbon (carbon sink), tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat bertindak sebagai sumber CH4 atmosferik (carbon source) yang berkontribusi terhadap dinamika gas rumah kaca regional dan siklus karbon pesisir.