2025 SK PP Shofwan Bn Yazid Yahya Musleh [19022253] - Abstract
PUBLIC Open In Flipbook Abdul Aziz Ariarasa
Dalam tren keberlanjutan yang ditunjukkan melalui mandat pengungkapan ESG, perusahaan otomotif menghadapi kendala yang berdampak kepada lingkungan. Kendaraan listrik dapat mengurangi emisi karbon, namun tantangan tetap ada dalam pengadaan material yang berdampak tinggi seperti lithium, kobalt dan nikel. Studi ini membandingkan Tesla, BMW, dan Toyota melalui analisis deskriptif komparatif berdasarkan laporan sustainability dan artikel penelitian, dengan focus pada tiga parameter: Integrasi Pengadaan Sirkular, Pengadaan yang Bertanggung Jawab, dan pemanfaatan teknologi untuk keberlanjutan dalam operasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan Tesla menerapkan integrasi vertikal pada baterai EV melalui sistem baterai tertutup (closed-loop), namun masih kurang transparansi di luar pemasok tingkat pertama; BMW unggul dalam desain modular kendaraan listrik serta keselarasan dengan standar OECD; Toyota memanfaatkan produksi ramping (lean production) dan pengumpulan kembali baterai lokal secara efektif untuk HEVs. Analisis ini mengidentifikasi lima pilar utama dalam rantai pasokan berkelanjutan: Integrasi Pengadaan Sirkular, Keterlibatan Pemasok dan Audit Bertingkat, Jejak Digital, Keselarasan dengan Standar Regulasi dan Sukarela, serta Ketahanan melalui Diversifikasi dan Lokalisasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada kerangka kerja universal yang dapat diterapkan pada semua perusahaan dengan ukuran dan wilayah berbeda. Hal ini menekankan perlunya penelusuran rantai pemasok yang lebih dalam dan kerangka kerja fleksibel yang mengakomodasi keragaman regional, mengesser pandangan industry dari sekadar kebiasaan menuju penciptaan nilai strategis dalam rantai berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB