2026 TS PP MUHAMMAD RAZKA SAFA PRANAYA 19023156 COVER
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Penelitian ini membahas tantangan ketidakpatuhan terhadap waktu tunggu di area Transit Out
(T/O) pada proses logistik keluar di PT KNI – LD NL2 Karawang, khususnya di koridor
distribusi ke Bandung. Berdasarkan data logistik dari September hingga November 2025,
koridor ke Bandung mencatat tingkat ketepatan waktu perkiraan kedatangan (ETA) sebesar
88%, yang berada di bawah target Key Performance Indicator (KPI) wajib perusahaan sebesar
98%. Fenomena ini menunjukkan ketidakstabilan struktural dalam proses distribusi, yang
menghambat upaya organisasi untuk mencapai standar pengiriman 20 jam (J-20). Penelitian
ini menggunakan pendekatan penelitian terapan dengan desain studi kasus, menggunakan
kerangka kerja Toyota Business Practice (TBP) dan metodologi mixed-methods. Analisis
kuantitatif dilakukan menggunakan analisis log kejadian dari 1.477 transaksi pengiriman,
sedangkan analisis kualitatif terdiri dari observasi lapangan (gemba) dan wawancara semi
terstruktur. Proses pengiriman dibagi menjadi lima segmen untuk mengidentifikasi hambatan
utama. Temuan menunjukkan bahwa ketidakstabilan proses disebabkan oleh tiga domain
penyebab: gangguan selama pertukaran unit, ketidakberaturan dalam kedatangan pengangkut
mobil (CC), dan waktu henti setelah pemuatan. Masalah-masalah ini diperparah oleh
kurangnya sistem pemantauan terintegrasi dan real-time. Berdasarkan temuan ini, studi ini
mengusulkan lima solusi strategis terstruktur: (1) implementasi kerangka sanksi berbasis SLA
untuk .penyedia layanan logistik (logistics provider/LP), (2) analisis statistik waktu tunggu
untuk membedakan antara waktu tunggu dan waktu pemuatan, (3) implementasi LP Nopol
Gateway untuk konfirmasi skema CC, (4) sistem pengkodean standar untuk alasan
keterlambatan, dan (5) pengenalan SOP Transit Out berdasarkan penghapusan Muda, Mura,
dan Muri. Implementasi solusi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas proses (Process
Performance Index Upper, PPU ? 1,0), mengurangi tingkat ketidaksesuaian dari 10% menjadi
kurang dari 2%, dan secara sistematis berkontribusi untuk target ketepatan waktu ETA 98%.
Kata Kunci: Dwelling Time, Toyota Business Practice, ETA Punctuality, Muda-Mura-Muri,
Event-Log Analytics.
Perpustakaan Digital ITB