digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini membahas tantangan ketidakpatuhan terhadap waktu tunggu di area Transit Out (T/O) pada proses logistik keluar di PT KNI – LD NL2 Karawang, khususnya di koridor distribusi ke Bandung. Berdasarkan data logistik dari September hingga November 2025, koridor ke Bandung mencatat tingkat ketepatan waktu perkiraan kedatangan (ETA) sebesar 88%, yang berada di bawah target Key Performance Indicator (KPI) wajib perusahaan sebesar 98%. Fenomena ini menunjukkan ketidakstabilan struktural dalam proses distribusi, yang menghambat upaya organisasi untuk mencapai standar pengiriman 20 jam (J-20). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian terapan dengan desain studi kasus, menggunakan kerangka kerja Toyota Business Practice (TBP) dan metodologi mixed-methods. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan analisis log kejadian dari 1.477 transaksi pengiriman, sedangkan analisis kualitatif terdiri dari observasi lapangan (gemba) dan wawancara semi terstruktur. Proses pengiriman dibagi menjadi lima segmen untuk mengidentifikasi hambatan utama. Temuan menunjukkan bahwa ketidakstabilan proses disebabkan oleh tiga domain penyebab: gangguan selama pertukaran unit, ketidakberaturan dalam kedatangan pengangkut mobil (CC), dan waktu henti setelah pemuatan. Masalah-masalah ini diperparah oleh kurangnya sistem pemantauan terintegrasi dan real-time. Berdasarkan temuan ini, studi ini mengusulkan lima solusi strategis terstruktur: (1) implementasi kerangka sanksi berbasis SLA untuk .penyedia layanan logistik (logistics provider/LP), (2) analisis statistik waktu tunggu untuk membedakan antara waktu tunggu dan waktu pemuatan, (3) implementasi LP Nopol Gateway untuk konfirmasi skema CC, (4) sistem pengkodean standar untuk alasan keterlambatan, dan (5) pengenalan SOP Transit Out berdasarkan penghapusan Muda, Mura, dan Muri. Implementasi solusi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas proses (Process Performance Index Upper, PPU ? 1,0), mengurangi tingkat ketidaksesuaian dari 10% menjadi kurang dari 2%, dan secara sistematis berkontribusi untuk target ketepatan waktu ETA 98%. Kata Kunci: Dwelling Time, Toyota Business Practice, ETA Punctuality, Muda-Mura-Muri, Event-Log Analytics.