digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Marie Reine Geneviève Pilon [19024702]
Terbatas  Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan

The Integrasi teknologi digital yang semakin berkembang dalam pertunjukan langsung telah mendorong organisasi seni pertunjukan untuk mengadopsi strategi phygital yang menggabungkan pengalaman fisik dan digital. Meskipun pendekatan ini menawarkan peluang baru dalam hal keterlibatan audiens, aksesibilitas, dan penciptaan pendapatan, strategi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terkait pelestarian keaslian artistik dan esensi kehadiran langsung (liveness). Ketegangan ini menyoroti kebutuhan penting untuk memahami bagaimana inovasi digital dapat diintegrasikan secara strategis tanpa menggerus nilai-nilai artistik inti dalam seni pertunjukan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana organisasi seni pertunjukan menyeimbangkan keterlibatan dan keaslian melalui strategi phygital, dengan fokus pada balet, opera, dan tari kontemporer. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan komparatif, studi ini menganalisis kasus-kasus dari Eropa dan Asia Tenggara melalui wawancara dan data sekunder. Hasil penelitian mengungkapkan dua pendekatan dominan: digital extension, yang mempertahankan pertunjukan panggung tradisional, dan digital creation, yang mendefinisikan ulang pertunjukan melalui teknologi imersif. Konteks budaya muncul sebagai faktor kunci yang membentuk strategi institusional maupun persepsi audiens terhadap keaslian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi phygital yang berhasil memerlukan kompromi yang disadari, di mana keterlibatan dan keaslian dinegosiasikan, bukan dimaksimalkan secara bersamaan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan kerangka kerja yang berlandaskan konteks budaya untuk memahami strategi phygital dalam seni pertunjukan, serta menunjukkan bagaimana organisasi dapat membuat pilihan strategis yang tepat antara digital extensiondan digital creation guna menyeimbangkan keterlibatan dan keaslian. Dengan menyoroti peran konteks budaya dalam pengambilan keputusan tersebut, penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi organisasi seni pertunjukan yang ingin mengintegrasikan inovasi digital tanpa mengorbankan integritas artistik.