2026 SK PP Final Project Keisha Tiara Nafthaly_19223030
Terbatas Jufrizal Effendi, S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Jufrizal Effendi, S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Startup tahap awal sulit dinilai oleh modal ventura karena keterbatasan data serta tingginya asimetri informasi antara pendiri dan investor. Meskipun literatur sebelumnya telah mengidentifikasi beberapa kriteria umum sebagai faktor penting dalam screening, belum terdapat pemahaman kuantitatif mengenai prioritas relatif dari kriteria tersebut dalam konteks VC di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed- method yang mengkombinasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan wawancara semi-terstruktur terhadap lima praktisi VC di Indonesia. AHP digunakan untuk menentukan bobot prioritas kriteria screening, sedangkan wawancara kualitatif menjelaskan alasan di balik prioritas tersebut, terutama dalam kondisi data yang terbatas. Hasil AHP menunjukkan bahwa Human Capital menempati prioritas tertinggi (0,4119), diikuti oleh Market Opportunity (0,2735), Technical Defensibility (0,1413), Investment & Strategic Alignment (0,1280), dan Ecosystem Signaling (0,0454). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa penilaian kualitatif berperan penting dalam mengurangi asimetri informasi dan meningkatkan keyakinan investor ketika data kuantitatif terbatas, tetapi tidak menggantikan bukti objektif ketika bukti tersebut tersedia. Penilaian kualitatif sebagian besar didasarkan pada pengalaman profesional, interaksi berulang, pengecekan referensi atau latar belakang, dan observasi terhadap perilaku founder, tanpa menggunakan sistem penilaian formal. Penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan prioritas terstruktur atas kriteria screening modal ventura dalam konteks startup tahap awal di Indonesia, dengan memadukan pembobotan berbasis AHP dan penjelasan kualitatif mengenai bagaimana penilaian subjektif berjalan beriringan dengan bukti objektif di tengah keterbatasan data
Perpustakaan Digital ITB