Penelitian penciptaan ini berangkat dari kegelisahan terhadap perubahan lanskap di
kawasan pertambangan batu kapur Citatah, Padalarang, yang merupakan bagian dari
bentang geologi Sesar Lembang. Kawasan tersebut dipilih karena menyimpan sejarah
geologis yang panjang sekaligus memperlihatkan berbagai perubahan ekologis akibat
aktivitas eksploitasi manusia. Berangkat dari pengalaman personal dalam mengamati dan
mengalami ruang secara langsung, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi relasi antara
tubuh dan tempat melalui praktik seni performans berbasis video. Metode yang digunakan
adalah Practice-Based Research, yang menempatkan praktik artistik sebagai proses utama
dalam menghasilkan pengetahuan. Proses penciptaan dilakukan melalui observasi
lapangan, eksplorasi tubuh, pengembangan gagasan visual, serta pelaksanaan seni
performans secara langsung di kawasan pertambangan Citatah Padalarang. Pengalaman
yang diperoleh selama praktik kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk video sebagai
medium presentasi karya. Video diposisikan sebagai medium artistik yang
mentransformasikan pengalaman performatif sehingga dapat dihadirkan kembali. Hasil
penciptaan menunjukkan bahwa tubuh bukan hanya berfungsi sebagai medium ekspresi
artistik, tetapi juga sebagai medium pengalaman yang membangun pengetahuan melalui
interaksi langsung dengan ruang. Kehadiran tubuh di tengah lanskap pertambangan
menghadirkan pengalaman sensorik, refleksi ekologis, serta pemahaman mengenai
hubungan manusia dengan lingkungan yang terus mengalami perubahan. Melalui video,
pengalaman tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk audiovisual yang mempertahankan
kontinuitas ruang, waktu, dan kehadiran tubuh, sehingga pengalaman performatif dapat
terus diakses dalam konteks ruang pamer. Dengan demikian, karya ini menempatkan
praktik seni performans berbasis video sebagai pendekatan artistik untuk merefleksikan
keterhubungan antara tubuh, tempat, dan perubahan lanskap dalam konteks seni rupa
kontemporer.
Perpustakaan Digital ITB