Keefektifan pemasaran influencer bergantung pada kepercayaan konsumen. Namun, pengaruh gabungan dari
persepsi autentik dan intensitas promosi terhadap kepercayaan belum diuji secara empiris. Studi ini bertujuan
untuk menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kepercayaan konsumen Generasi Z pada konten
bermerek yang dihasilkan influencer di Indonesia, dengan mengambil influencer kecantikan Tasya Farasya
sebagai studi kasus. Kuesioner online dikirimkan pada Juni 2026 untuk pengumpulan data, menghasilkan 187
tanggapan valid. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa persepsi autentik memiliki dampak
signifikan dan positif terhadap kepercayaan (? = 0,780, p < 0,001); intensitas promosi tidak memiliki dampak
signifikan terhadap kepercayaan (? = ?0,024, p = 0,610). Kedua variabel ini menjelaskan 59,8% varians
kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi keaslian adalah elemen terpenting yang mendorong
kepercayaan bagi Generasi Z, dan dugaan adanya pertukaran antara komersialisasi dan kepercayaan bersifat
bergantung pada konteks, bukan universal, di mana konten promosi dianggap mengganggu, bukan frekuensi
postingnya.
Kata kunci: Persepsi Autentik, Intensitas Promosi, Kepercayaan, Pemasaran Influencer, Generasi Z
Perpustakaan Digital ITB