digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Blockchain adalah sistem pencatatan terdistribusi yang keandalannya bergantung pada mekanisme konsensus antarnode. Delegated Proof of Stake (DPoS) mempercepat konsensus dengan menyerahkan produksi blok kepada komite kecil yang terpilih melalui suara berbobot stake. Dibanding mekanisme konsensus lain, DPoS meningkatkan efisiensi koordinasi, tetapi rentan terhadap kolusi karena pemilik suara dapat memilih langsung, mengikuti proxy, atau tidak berpartisipasi. Pilihan wajar ini, bila berulang, memusatkan dukungan dan hak produksi blok pada kelompok yang sama, terutama saat partisipasi rendah. Konsentrasi tersebut sulit ditindak karena dapat mencerminkan kolusi maupun reputasi dan kompetensi yang sah. Akibatnya, sanksi berbasis pola pemilihan saja membebani peserta jujur, sedangkan pemantauan tanpa konsekuensi tidak mengubah insentif pelaku. Mekanisme respons berjenjang dirancang pada model DPoS. Pola delegasi dan pemilihan diperlakukan sebagai susceptible pattern (sinyal kerentanan, bukan bukti niat), serta mensyaratkan kesalahan produksi terverifikasi sebelum konsekuensi yang lebih keras. Simulasi berbasis agen menghubungkan delegasi, pemilihan, dan produksi antarputaran dengan delegator aktif, total stake eksogen, dan slate proxy tetap. Enam konfigurasi: B0-DPOS, L0, L1, L2, C-ADD, dan L3 dibandingkan pada 100 seed dan 500 epoch per run, dengan total 5.100 run. Hasilnya menunjukkan efektivitas respons. L1 menurunkan pengaruh suara resiprokal efektif dari 0,5858 menjadi 0,5630. L2 menurunkan pengulangan kesalahan terverifikasi dari 0,9980 menjadi 0,6678 dan penerimaan tindakan merugikan dari 0,5352 menjadi 0,0035. Dibandingkan C-ADD, L3 menurunkan pengaruh suara resiprokal dan pengulangan kesalahan, sementara harmful acceptance naik sedikit tetapi tetap memenuhi noninferiority. Kontras tersebut mengisolasi komponen respons dan tidak menyatakan bahwa L3 mengungguli B0-DPOS. Pada kondisi jujur, diskon suara tetap dalam batas tanpa konsekuensi keras tambahan.