Blockchain adalah sistem pencatatan terdistribusi yang keandalannya bergantung
pada mekanisme konsensus antarnode. Delegated Proof of Stake (DPoS)
mempercepat konsensus dengan menyerahkan produksi blok kepada komite kecil
yang terpilih melalui suara berbobot stake. Dibanding mekanisme konsensus lain,
DPoS meningkatkan efisiensi koordinasi, tetapi rentan terhadap kolusi karena
pemilik suara dapat memilih langsung, mengikuti proxy, atau tidak berpartisipasi.
Pilihan wajar ini, bila berulang, memusatkan dukungan dan hak produksi blok
pada kelompok yang sama, terutama saat partisipasi rendah. Konsentrasi tersebut
sulit ditindak karena dapat mencerminkan kolusi maupun reputasi dan kompetensi
yang sah. Akibatnya, sanksi berbasis pola pemilihan saja membebani peserta jujur,
sedangkan pemantauan tanpa konsekuensi tidak mengubah insentif pelaku.
Mekanisme respons berjenjang dirancang pada model DPoS. Pola delegasi dan
pemilihan diperlakukan sebagai susceptible pattern (sinyal kerentanan, bukan bukti
niat), serta mensyaratkan kesalahan produksi terverifikasi sebelum konsekuensi
yang lebih keras. Simulasi berbasis agen menghubungkan delegasi, pemilihan, dan
produksi antarputaran dengan delegator aktif, total stake eksogen, dan slate proxy
tetap. Enam konfigurasi: B0-DPOS, L0, L1, L2, C-ADD, dan L3 dibandingkan
pada 100 seed dan 500 epoch per run, dengan total 5.100 run.
Hasilnya menunjukkan efektivitas respons. L1 menurunkan pengaruh suara
resiprokal efektif dari 0,5858 menjadi 0,5630. L2 menurunkan pengulangan kesalahan
terverifikasi dari 0,9980 menjadi 0,6678 dan penerimaan tindakan merugikan
dari 0,5352 menjadi 0,0035. Dibandingkan C-ADD, L3 menurunkan pengaruh
suara resiprokal dan pengulangan kesalahan, sementara harmful acceptance
naik sedikit tetapi tetap memenuhi noninferiority. Kontras tersebut mengisolasi
komponen respons dan tidak menyatakan bahwa L3 mengungguli B0-DPOS. Pada
kondisi jujur, diskon suara tetap dalam batas tanpa konsekuensi keras tambahan.
Perpustakaan Digital ITB