Melalui Karya Seni Instalasi yang berangkat dari fenomena perubahan makna
simbol hati pada era media sosial. Simbol yang semula merepresentasikan kasih
sayang kini memperoleh makna yang terus berubah melalui hubungan dengan citra,
narasi, interaksi pengguna, dan algoritma. Penelitian ini memandang bahwa makna
simbol tidak bersifat tetap, melainkan selalu terbentuk melalui relasi yang
melingkupinya. Lingkup permasalahan penelitian mencakup bagaimana fenomena
tersebut diterjemahkan ke dalam karya seni instalasi serta bagaimana karya mampu
mengartikulasikan konsep dekonstruksi Jacques Derrida mengenai keterbukaan
makna.
Hasil akhir berupa karya seni instalasi berbasis waktu yang memanfaatkan objekobjek keseharian seperti balon berbentuk hati, kaktus, kipas angin, benang, kail, dan
bata hebel yang disusun dalam suatu sistem yang saling bekerja untuk menciptakan
situasi ketidakpastian pada hasil akhir karya. Hubungan antarobjek, material, ruang,
waktu, dan mekanisme membentuk pengalaman estetik yang memungkinkan
makna terus berkembang selama karya berlangsung.
Penelitian ini menunjukkan bahwa seni instalasi tidak hanya berfungsi sebagai
medium representasi, tetapi juga sebagai ruang pengalaman yang
mengartikulasikan konsep keterbukaan makna melalui hubungan yang terus
berubah antarelemen di dalam karya. Dengan demikian, karya ini menawarkan
pendekatan artistik dalam membaca fenomena pembentukan makna pada
kehidupan kontemporer.
Perpustakaan Digital ITB