COVER Wandha Asokawaty Devy
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Wandha Asokawaty Devy
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Wandha Asokawaty Devy
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Wandha Asokawaty Devy
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Wandha Asokawaty Devy
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Wandha Asokawaty Devy
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Wandha Asokawaty Devy
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura
dengan produksi yang tinggi di Indonesia, namun terjadi penurunan produksi pada beberapa
tahun kebelakang. Salah satu penurunan produksi ini dikarenakan serangan patogen Fusarium
oxysporum yang menyebabkan penyakit layu Fusarium. Penggunaan Trichoderma harzianum
pada media tanam dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dan
menyediakan unsur hara. Selain itu, penggunaan biokontrol Trichoderma harzianum dapat
menekan pertumbuhan Fusarium oxysporum dengan mekanisme kompetisi, mikroparasitisme,
dan antibiosis. Penelitian bertujuan untuk menentukan pengaruh pemberian Trichoderma
harzianum dan Fusairum oxysporum pada pertumbuhan, produksi biomassa, laju pertumbuhan,
pemodelan matematis, serta nitrogen total pada media tanam dan tanaman cabai rawit.
Kemudian, menentukan pengaruh pemberian Trichoderma harzianum terhadap neraca massa
nitrogen. Rancangan penelitian menggunakan metode destruktif dengan tiga ulangan.
Perlakuan yang diberikan yaitu tanpa inokulasi (K0), inokulasi Fusarium oxysporum (K1),
inokulasi Fusarium oxysporum dan Trichoderma harzianum (K2), serta inokulasi
Trichoderma harzianum saja (K3). Parameter yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah
daun, luas daun, diameter batang, dan rasio tajuk-akar pada 44-86 HST, serta kandungan
nitrogen dalam media tanam dan tanaman cabai rawit pada 30-143 HST dengan menggunakan
metode Kjeldahl. Hasil dari penelitian perlakuan Trichoderma harzianum (K3) meningkatkan
pertumbuhan tanaman cabai rawit, seperti tinggi tanaman, luas daun, dan diameter batang
terutama pada 44 hingga 65 HST serta shoot-root ratio terbaik pada tiap HST. Sedangkan, pada
perlakuan Fusarium oxysporum menyebabkan penurunan pertumbuhan tanaman cabai rawit
pada 44 hingga 58 HST dan peningkatan pertumbuhan pada 72 hingga 86 HST dengan
spesifikasi Fusarium oxysporum spatial complex odoratissimum. Perlakuan Trichoderma
hazianum dan Fusarium oxysporum dapat memberikan pertumbuhan yang lebih baik
dibandingkan pemberian Fusarium oxysporum saja. Laju pertumbuhan rata-rata terbaik pada
pemberian Fusarium oxysporum sebesar 1,701 cm/hari untuk tinggi tanaman, 2 helai/hari untuk
jumlah daun, 3,240 cm²/hari untuk luas daun, dan 0,016 cm/hari untuk diameter batang.
Pemodelan matematis pada perlakuan Trichoderma harzianum + Fusarium oxysporum pada
parameter tinggi tanaman, luas daun, dan diameter batang menggunakan model Gompertz
dengan persamaan berturut-turut, yaitu ???? = 0,334 + 89,522??????????0,054(?????60,736)
, ???? = 10,179 +
98,461??????????0,156(?????53,846)
, dan ???? = 0,302 + 0,674??????????0,084(?????59,239)
. Sedangkan, pada jumlah
daun digunakan model logistic dengan persamaan ???? = 57,294
1+?????0,125(?????60,307) . Pemberian Trichoderma harzianum dapat meningkatkan kadar nitrogen pada tanaman cabai rawit
dibandingkan perlakuan lainnya serta memiliki nitrogen total dalam tanah paling tinggi
dibandingkan perlakuan lainnya pada 30, 44, dan 143 HST. Pemberian Fusarium oxysporum
menurunkan nitrogen total pada media tanam dibandingkan perlakuan yang lainnya terutama
pada 143 HST. Sedangkan, perlakuan Trichoderma harzianum dan Fusarium oxysporum tidak
berbeda nyata dibandingkan tanpa inokulasi. Neraca massa nitrogen pada perlakuan
Trichoderma harzianum + Fusarium oxysporum memiliki input sebesar 0,171 g N dan nilai
output sebesar 0,101 g N, sehingga terjadi kehilangan nitrogen sebesar 6,62 g N.
Perpustakaan Digital ITB