Pohon pinus merupakan komoditi yang cukup besar di Indonesia. Getah dari pohon pinus dapat diolah menjadi minyak terpentin dan gondorukem. Minyak terpentin merupakan campuran dari berbagai macam senyawa hidrokarbon monoterpen. Minyak terpentin banyak dimanfaatkan sebagai cat, pernis, dan pelarut organik sedangkan gondorukem sebagai bahan baku pembuatan resin polimer. Namun saat ini pemanfaatan minyak terpentin mentah sudah berkurang karena tergantikan oleh bahan-bahan lain yang berbasis fosil. Kandungan utama minyak terpentin di Indonesia adalah alfa-pinen, beta-pinen, limonen, dan delta-karen. Turunan-turunan dari minyak terpentin memiliki banyak kegunaan dan bernilai jual tinggi. Salah satu contoh turunan terpentin yang potensial adalah terpineol. Terpineol secara umum merupakan produk dari hidrasi terpentin terutama komponen alfa-pinen dengan bantuan katalis asam. Terpineol dapat dimanfaatkan sebagai disinfektan, pembersih, bahan pewangi, dan bahan farmasi. Pengolahan terpentin menjadi terpineol secara umum dapat dilakukan dalam dua jalur. Kedua jalur ini telah diterapkan di salah satu pabrik pengolahan getah pohon pinus di Indonesia yaitu Perhutani Pine Chemical Industry yang terletak di Pemalang, Jawa Tengah. Jalur pertama yaitu melalui dua tahap reaksi, tahap pertama adalah hidrasi terpentin menjadi padatan terpin hidrat dan tahap kedua adalah dehidrasi padatan terpin hidrat menjadi terpineol. Jalur ini kurang disukai karena menghasilkan produk antara berfasa padat, waktu reaksi lama (reaksi hidrasi hingga 16 jam) dan memerlukan pelarut toluen pada tahap dehidrasi. Oleh karena itu dikembangkan jalur kedua yang lebih mudah dan murah. Jalur kedua hanya melalui satu tahap yaitu reaksi hidrasi terpentin menjadi terpineol. Pada jalur ini reaksi hidrasi umumnya dilakukan pada temperataur yang tinggi dengan waktu reaksi/pencampuran yang lebih singkat. Jenis dan komposisi katalis asam serta suhu dan waktu pencampuran merupakan parameter penting dalam menentukan konversi, selektivitas, dan perolehan dari terpineol.
Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi terpineol dari terpentin dengan konversi, selektivitas, dan perolehan terpineol yang tinggi. Metode percobaan yang digunakan terdiri dari tiga tahapan. Tahap pertama adalah pencampuran/agitasi terpentin dengan katalis asam dan air. Tahap kedua adalah pemisahan/separasi produk reaksi terhadap sisa-sisa katalis asam dan air yang tak bereaksi. Tahap ketiga adalah analisis kandungan produk reaksi dengan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS)). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas terpineol pada industri pengolahan minyak terpentin.
Perpustakaan Digital ITB