digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Peningkatan biaya konstruksi untuk pembangunan terowongan bawah tanah disebabkan karena penyimpangan arah jalur terowongan terhadap desain rencana. Penyimpangan arah jalur terowongan ini salah satunya disebabkan karena kesalahan survei dalam melakukan pemasangan stasiun FGL dan RGL di atap terowongan dan juga kesalahan dalam pengambilan data jarak maupun sudut kedua titik tersebut. Peningkatan biaya pekerjaan konstruksi ini meliputi biaya slashing rib maupun penambahan concrete. Terlebih jika ditambah dengan biaya lain seperti halnya transportasi, pekerja dan lain sebagainya. Terkait dengan tema tugas akhir ini, penulis melakukan penelitian mengenai kualitas terhadap parameter titik FGL dan RGL yang akan dipasang di lapangan. Kualitas parameter ini menentukan besarnya penyimpangan arah jalur terowongan yang akan terjadi di lapangan. Penentuan kualitas parameter ini menggunakan metoda perambatan variansi kovariansi dengan melakukan uji terhadap tiga model toleransi kesalahan yang ditetapkan berdasarkan pendekatan empiris serta kondisi lapangan. Dengan melakukan uji terhadap tiga model toleransi kesalahan, maka ditetapkan standar toleransi kesalahan pekerjaan survei dengan mempertimbangkan faktor kesalahan bacaan (reading), sentring alat, pointing, maupun jarak. Dari hasil uji terhadap tiga model toleransi kesalahan tersebut, dihasilkan standar toleransi kesalahan pengambilan data jarak dan sudut masing-masing 3 mm dan 12 de tik baik untuk pembukaan jalur terowongan drawpoint maupun pembukaan jalur akses. Selain standar yang sudah ditetapkan diatas, dihasilkan pula revisi dan koreksi terhadap SOP (standard operating procedures) yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh PT. Freeport Indonesia.