digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - I Dewa Ayu Andina Angelia
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Norovirus merupakan virus penyebab gastroenteritris yang telah beredar selama 50 tahun dan menyebabkan 685 juta kasus di dunia. Indonesia sendiri memiliki prevalensi mencapai 18,5% terhadap virus ini akibat penyebaran melalui kontak dan kontaminasi yang tinggi. Namun, pencegahan virus ini masih terbatas pada penjagaan higienitas akibat sulitnya pengembangan vaksin. Maka dari itu, agen penetralisir diperlukan untuk bekerja langsung dalam system pencernaan, misalnya nanobody yang memiliki sifat stabil dan tidak rawan memicu respon imunogenisitas. Namun, potensinya untuk terbuang dalam sistem pencernaan membuat agen biologis probiotik diperlukan sebagai system pengantar, salah satunya dengan S. boulardii. Modifikasi probiotik ini lalu dilakukan dengan metode CRISPR-Cas9 yang memanfaatkan sgRNA sebagai sistem pengenalan sehingga bersifat akurat dan fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan konstruksi plasmid multigen CRISPR-Cas9, mengintegrasikan kaset nanobody Norovirus pada lokus ADE2 dari genom S. boulardii, serta memverifikasi integrasi kaset nanobody pada genom S. boulardii. Desain sgRNA dilakukan secara in silico berdasarkan kriteria kestabilan, jumlah mismatch, dan efisiensi, kemudian dilakukan produksi plasmid multigen yang mengandung sgRNA dan protein Cas9 melalui metode Golden Gate Assembly. Repair fragment yang mengandung kaset nanobody Norovirus lalu diperoleh melalui restriksi dan isolasi gel elektroforesis. Kedua komponen tersebut lalu ditransformasikan ke dalam S. boulardii melalui elektroporasi dan diverifikasi melalui metode PCR. Hasil penelitian menunjukkan sgRNA yang didesain memiliki sisi pemotongan pada basa ke-377 & 378 dari ADE2 yang berukuran 1700 bp. Plasmid multigen sgRNA-Cas9 dan repair fragment kaset nanobody Norovirus lalu berhasil diproduksi dengan sekuens yang terverifikasi. Namun, transformasi ke S. boulardii belum menghasilkan koloni merah sebagai penanda pemotongan ADE2 oleh Cas9. Hal ini membuka peluang untuk optimasi proses transformasi serta menjadi langkah awal dalam pengembangan sistem imunisasi pasif terhadap Norovirus berbasis probiotik termodifikasi di Indonesia sehingga jumlah gastroenteritis dapat ditekan.