digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Rizkyatush Shalihah
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kebakaran hutan merupakan gangguan ekosistem yang berdampak pada sifat tanah dan komunitas biota tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji komunitas arthropoda tanah, sifat fisik-kimia tanah, serta korelasi antara keduanya pada satu tahun pasca-kebakaran di Blok Munjul Masigit, Taman Nasional Gunung Ciremai. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga tipe tutupan vegetasi—Hutan Alam (HA, referensi pemulihan), tegakan Kaliandra (KA), dan Semak Herba (SH)—menggunakan pitfall trap pada 18 plot (6 plot/tipe). Sifat fisik tanah (tebal serasah, kadar air, bulk density) diukur per plot, sedangkan sifat kimia tanah dan mikroklimat diukur komposit per tipe tutupan vegetasi. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis (Fisik Tanah), korelasi Spearman, Redundancy Analysis (RDA), serta indeks kemiripan komunitas (Sørensen-Dice). Diperoleh total 3.419 individu dari 22 ordo, dengan Hymenoptera mendominasi seluruh tipe tutupan vegetasi (47,00–90,98%). Hutan Alam menunjukkan keanekaragaman tertinggi (H' = 1,43; S = 10,00; E = 0,62; dominansi D = 0,35 terendah) dibanding KA dan SH, yang menampilkan pola nilai berdekatan satu sama lain pada seluruh metrik komunitas. Secara komposisi taksa, KA justru paling mirip dengan HA (Sørensen-Dice 50,4%), berkebalikan dengan pola similarity komunitas seed bank vegetasi pendamping (Roestanto, 2025) yang menunjukkan SH dan KA paling mirip, mengindikasikan lintasan pemulihan komposisi yang berbeda antara kedua kelompok biota pada tapak yang sama. Di antara sifat fisik tanah, hanya tebal serasah yang berbeda signifikan antar tutupan vegetasi (p = 0,0040), dengan SH tertebal (8,33 cm). Tidak ada satu pun dari 21 korelasi Spearman antara sifat fisik tanah dan metrik komunitas yang signifikan setelah koreksi Bonferroni. Analisis RDA memperlihatkan identitas tipe tutupan vegetasi sebagai penata utama struktur komunitas (RDA1 memisahkan HA dari tutupan vegetasi pasca-kebakaran, menjelaskan 19,3% variasi komunitas), sementara variabel kimia komposit tidak menambah daya penjelas. Satu tahun pasca-kebakaran, komunitas arthropoda tanah dan kondisi tanah pada tutupan vegetasi pasca-kebakaran belum pulih menyerupai Hutan Alam, namun mekanisme tanah spesifik di balik perbedaan tersebut belum dapat dibuktikan secara inferensial dan memerlukan penelitian tereplikasi lebih lanjut.