Sungai Cikakembang yang merupakan anak Sungai Citarum Hulu (Sungai
Terbesar di Jawa Barat) merupakan salah satu sungai dengan kualitas yang buruk.
Diketahui dari penelitian sebelumnya bahwa sungai ini bersifat toksik bahkan
sebelum efluen IPAL dari industri tekstil memasuki badan air ini. Untuk
mengelola sungai tersebut, diperlukan suatu teknologi pengolahan yang bersifat
mudah, praktis, dan murah agar dapat diterapkan di lapangan. Fitoremediasi
adalah salah satu teknologi pengolahan limbah untuk memperbaiki kualitas air
dengan menggunakan tanaman dengan memanfaatkan proses degradasi,
akumulasi, disipasi, dan immobilisasi. Dalam penelitian ini digunakan kombinasi
tiga tanaman air yaitu Eichhornia crassipes, Pistia stratiotes, dan Salvinia
molesta, dalam upaya pengelolaan kualitas air Sungai Cikakembang yaitu salah
satu anak Sungai Citarum Hulu. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium
dengan reaktor ukuran 15 cmx 15 cm x 15 cm untuk melihat perbedaan efisiensi
antara limbah yang tidak disertai tanaman dan limbah yang disertai kombinasi
tanaman. Didapatkan hasil bahwa penurunan COD tertinggi terdapat pada
perlakuan kombinasi tiga tanaman dengan efisiensi 37,03% pada hari ke lima,
penurunan NO2 dan NO3 paling baik terdapat pada reaktor EC-KM dengan
efisiensi masing-masing sebesar 72% dan 89% pada hari ketiga (NO2) dan lima
(NO3), total fosfat pada reaktor KM dengan efisiensi 66% pada hari ketiga,
sedangkan untuk ammonium tidak terjadi penyisihan. Logam berat Cu dan Cr
dengan penyisihan masing-masing sebesar -30,7% dan 30,8% pada reaktor ECKM. Kombinasi EC-KM adalah kombinasi terbaik untuk menyisihkan polutan
COD, nitrit, nitrat, ammonium, total fosfat, dan logam berat (Cu dan Cr). Nilai
BCF (Bioaccumulation Factor) Cu dan Cr tertinggi terdapat pada akar tanaman
Kiambang perlakuan KM dengan nilai masing-masing 1632,37 dan 556,26. Nilai
translokasi faktor logam tertinggi terdapat pada tanaman Kiambang perlakuan
Kombi dengan nilai TF (Translocation Factor) logam Cu sebesar 1,61 dan Cr
sebesar 1,85.
Perpustakaan Digital ITB