digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

BAB 1
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

BAB II
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

BAB III
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

BAB IV
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

BAB V
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

BAB VI
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Lampiran
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Sungai Cikakembang yang merupakan anak Sungai Citarum Hulu (Sungai Terbesar di Jawa Barat) merupakan salah satu sungai dengan kualitas yang buruk. Diketahui dari penelitian sebelumnya bahwa sungai ini bersifat toksik bahkan sebelum efluen IPAL dari industri tekstil memasuki badan air ini. Untuk mengelola sungai tersebut, diperlukan suatu teknologi pengolahan yang bersifat mudah, praktis, dan murah agar dapat diterapkan di lapangan. Fitoremediasi adalah salah satu teknologi pengolahan limbah untuk memperbaiki kualitas air dengan menggunakan tanaman dengan memanfaatkan proses degradasi, akumulasi, disipasi, dan immobilisasi. Dalam penelitian ini digunakan kombinasi tiga tanaman air yaitu Eichhornia crassipes, Pistia stratiotes, dan Salvinia molesta, dalam upaya pengelolaan kualitas air Sungai Cikakembang yaitu salah satu anak Sungai Citarum Hulu. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan reaktor ukuran 15 cmx 15 cm x 15 cm untuk melihat perbedaan efisiensi antara limbah yang tidak disertai tanaman dan limbah yang disertai kombinasi tanaman. Didapatkan hasil bahwa penurunan COD tertinggi terdapat pada perlakuan kombinasi tiga tanaman dengan efisiensi 37,03% pada hari ke lima, penurunan NO2 dan NO3 paling baik terdapat pada reaktor EC-KM dengan efisiensi masing-masing sebesar 72% dan 89% pada hari ketiga (NO2) dan lima (NO3), total fosfat pada reaktor KM dengan efisiensi 66% pada hari ketiga, sedangkan untuk ammonium tidak terjadi penyisihan. Logam berat Cu dan Cr dengan penyisihan masing-masing sebesar -30,7% dan 30,8% pada reaktor ECKM. Kombinasi EC-KM adalah kombinasi terbaik untuk menyisihkan polutan COD, nitrit, nitrat, ammonium, total fosfat, dan logam berat (Cu dan Cr). Nilai BCF (Bioaccumulation Factor) Cu dan Cr tertinggi terdapat pada akar tanaman Kiambang perlakuan KM dengan nilai masing-masing 1632,37 dan 556,26. Nilai translokasi faktor logam tertinggi terdapat pada tanaman Kiambang perlakuan Kombi dengan nilai TF (Translocation Factor) logam Cu sebesar 1,61 dan Cr sebesar 1,85.