ABSTRAK Rahma Citra Insani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Rahma Citra Insani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Rahma Citra Insani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Rahma Citra Insani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Rahma Citra Insani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Rahma Citra Insani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Rahma Citra Insani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Rahma Citra Insani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer's Disease (AD) dan Frontotemporal
Dementia (FTD) memerlukan diagnosis dini non-invasif, namun banyak studi
klasifikasi Electroencephalogram (EEG) melaporkan akurasi tinggi yang belum
tentu valid akibat kebocoran data. Penelitian ini menganalisis fitur topologi
Visibility Graph (VG) yang membedakan kelompok pada EEG stimulasi fotik,
mengevaluasi kinerja model, serta mengukur pengaruh kebocoran data terhadap
estimasi kinerja. Data sekunder berupa rekaman EEG dari 88 subjek (36 AD, 23
FTD, 29 kontrol sehat/CN) dengan stimulasi fotik pada 5, 10, 15, dan 20 Hz. Setelah
pra-pemrosesan standar dan dekomposisi spektral, tiap epoch ditransformasikan
menjadi VG; dari graf diekstraksi dua belas fitur topologi, diseleksi secara statistik
(p<0,01), dan direduksi dengan Principal Component Analysis. Klasifikasi
memakai Logistic Regression, Support Vector Machine, Linear Discriminant
Analysis, dan Artificial Neural Network pada empat tugas (AD vs CN, FTD vs CN,
AD vs FTD, dan tiga kelas). Evaluasi memakai Leave-One-Subject-Out (LOSO),
dengan 8-fold cross-validation dan Repeated Random Sub-sampling 85/15 sebagai
pembanding. Analisis stabilitas menunjukkan pola pita khas (theta pada AD vs CN,
delta pada FTD vs CN), dengan fitur efisiensi, bilangan independensi, dan average
clustering paling sering terpilih. AD vs CN paling dapat dibedakan (akurasi
64,29%; AUC 0,78), sedangkan FTD vs CN paling sulit (55,32%). Penempatan
seleksi fitur di luar validasi meningkatkan akurasi rata-rata secara semu sekitar 42
poin. Fitur VG memiliki daya pisah moderat namun tidak terbias, menegaskan
pentingnya validasi yang bersih dari kebocoran data.
Perpustakaan Digital ITB