Tesis
Terbatas Abdhiany Murtiawaty, A.Md
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Abdhiany Murtiawaty, A.Md
» Gedung UPT Perpustakaan
Sistem akuisisi data astrofisika teleskop OZT-ALTS (Ofyar Zainuddin Tamin - Astelco
Lunar Telescope System) di Observatorium Astronomi ITERA (OAIL) Lampung telah
dievaluasi kinerjanya melalui tiga pendekatan terintegrasi: karakterisasi detektor secara
in situ, pengujian kualitas optik dengan metode Hartmann, dan pemodelan kinerja
astronomis berbasis Signal-to-Noise Ratio (SNR). Detektor yang digunakan adalah
kamera CMOS ZWO ASI533MC Pro (sensor Sony IMX533) yang dikarakterisasi pada
variasi konfigurasi gain mengacu pada standar Abbott (1995) dan European Machine
Vision Association (2021).
Hasil karakterisasi detektor pada konfigurasi gain 100 menunjukkan sistem gain ???? =
0,2568 ?????/????????????, read-out noise ???????????????????? = 1,487 ????? ????????????, dark current ???? = 0,0637 ?????/
????/???????????? pada suhu 0°C, Non-Linearitas maksimum ???????????????????? = 1,92%, full-well capacity
?
????? = 12.495 ?????, Photo Response Non-Uniformity (PRNU) piksel murni ???????? = 1,072%,
dan Dynamic Range ???????? = 78,49 ???????? atau ~13,04 ???????????????? (berselisih hanya 0,56 stop dari
spesifikasi pabrikan). Analisis stabilitas temporal bias menunjukkan 95% konfigurasi
gain (0–295) memenuhi seluruh kriteria EMVA (2021).
Pengujian kualitas optik dengan metode Hartmann menghasilkan Hartmann Test
Constant ???????????? = 0,5095", wavefront error ???????????????????????? = 0,0235????, dan Strehl ratio ???? =
0,9785, mengklasifikasikan sistem optik OZT-ALTS sebagai difraksi-terbatas dengan
margin lebih dari tiga kali lipat di atas kriteria Maréchal (????/14). Depth of focus terukur
sebesar ±66,3 ?m (±31,6 steps focuser), dan analisis encircled energy menghasilkan
?
?????80 = 0,646? (model Airy) dan 0,751? (model King–Moffat) yang memperhitungkan
pengaruh seeing.
Pemodelan kinerja astronomis berbasis SNR menggunakan parameter detektor hasil
karakterisasi in situ menghasilkan limiting magnitude ??????? = 18,43 ???????????? (???????????? ? 5, ???? =
300 ????, langit gelap, filter UV-IR Cut), dengan rentang 16,82–19,47 mag bergantung pada
waktu eksposur dan kecerahan langit. Analisis kontribusi noise pada kondisi pengamatan
riil mengidentifikasi dark current sebagai komponen dominan (65,0% varians total),
konsekuensi dari akumulasi termal di lingkungan tropis Lampung. Analisis sensitivitas
mengonfirmasi bahwa dark current merupakan parameter terkritis (??????????? hingga +0,67
mag apabila dikurangi), diikuti oleh potensi peningkatan dari perbaikan seeing (???????????
hingga +1,54 mag pada full widht at half maximum 0,5 arcsec).
Berdasarkan seluruh hasil tersebut, konfigurasi gain 100 dikonfirmasi sebagai konfigurasi
referensi optimal dengan strategi sub-eksposur ?300 s dan stacking untuk objek redup.
Program pengamatan yang paling sesuai dengan kapabilitas sistem mencakup fotometri
bintang variabel, kurva cahaya asteroid Near-Earth Object (NEO), transit eksoplanet, dan
monitoring Active Galactic Nucleus (AGN). Optimasi sistem pendinginan Thermo
Electric Cooler (TEC) untuk menurunkan suhu sensor ke ?10°C atau lebih rendah
diidentifikasi sebagai intervensi tunggal dengan dampak terbesar terhadap kinerja sistem,
berpotensi meningkatkan m??? sebesar +0,3 hingga +0,7 mag.
Perpustakaan Digital ITB