digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Salwa Anjaliana [27123036]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik dan kebutuhan individu yang beragam, sehingga pengaturan lingkungan belajar perlu memperhatikan hal tersebut. Salah satu aspek spasial yang berkaitan dengan proses pembelajaran adalah posisi duduk dalam layout ruang kelas, namun kajian mengenai keterkaitannya dengan perilaku belajar anak berkebutuhan khusus pada konteks pendidikan non-formal masih terbatas, khususnya pada ruang kelas spesifik yaitu dengan konfigurasi horseshoe/U-shape. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini mengidentifikasi keterkaitan posisi duduk dengan perilaku belajar anak, pola distribusi spasial perilaku berdasarkan grid ruang kelas, serta variasi respons masing-masing anak pada posisi duduk yang berbeda. Penelitian dilakukan di ruang kelas non-formal pada President Special Needs Center, Kabupaten Bekasi, dengan delapan anak sebagai subjek. Data kuantitatif observasional menjadi data utama, dilengkapi data kualitatif sebagai konteks pendukung. Perilaku belajar dicatat melalui kategori on-task dan off-task dengan metode time sampling setiap tiga menit selama tiga sesi observasi, sekaligus dipetakan pada grid ruang kelas melalui behavior mapping. Analisis deskriptif dan within-subject digunakan untuk melihat variasi respons tiap anak terhadap posisi duduk yang berbeda. Hasil menunjukkan posisi duduk pada konfigurasi horseshoe/U-shape berkaitan dengan variasi perilaku on-task dan off-task, namun responsnya berbeda pada tiap anak, bahkan posisi yang paling dekat dan berhadapan langsung dengan guru justru mencatat proporsi off-task tertinggi dibandingkan posisi lain. Behavior mapping turut memperlihatkan variasi distribusi spasial perilaku pada grid ruang kelas, yang tidak hanya berkaitan dengan lokasi duduk tetapi juga aktivitas pembelajaran dan karakteristik individual anak. Tidak ditemukan satu posisi duduk yang secara konsisten menjadi posisi terbaik bagi seluruh anak, sehingga pengaturan posisi duduk perlu dipertimbangkan secara adaptif dengan memperhatikan karakteristik anak, kondisi spasial, dan aktivitas pembelajaran yang berlangsung