Jembatan merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting dalam menjamin konektivitas
transportasi darat sehingga keberlanjutan fungsi dan keamanannya perlu dipertahankan selama masa
operasional. Salah satu indikasi awal penurunan kualitas struktur adalah munculnya diskontinuitas yang
ditandai oleh perubahan homogenitas material, perubahan kontur, kekasaran permukaan, maupun
perubahan geometri lokal. Pemanfaatan teknologi laser scanner memberikan peluang untuk melakukan
inspeksi berbasis geospasial melalui representasi geometri tiga dimensi (3D point cloud). Namun
demikian, penggunaan sensor tunggal masih memiliki keterbatasan dalam merepresentasikan keseluruhan
kondisi geometrik jembatan akibat perbedaan cakupan spasial, resolusi, dan pengaruh occlusion. Oleh
karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan dataset laser scanner dalam
mendukung analisis diskontinuitas jembatan melalui integrasi data Aerial Laser Scanner (ALS) dan
Terrestrial Laser Scanner (TLS) pada Jembatan Tayan. Data yang digunakan merupakan data sekunder
hasil akuisisi ALS dan TLS yang diintegrasikan melalui proses registrasi dan georeferencing untuk
menghasilkan model point cloud tiga dimensi yang terintegrasi. Evaluasi kemampuan dataset dilakukan
melalui analisis karakteristik dataset yang meliputi point density, completeness, occlusion, geometric
accuracy, kualitas integrasi data (sensor fusion), RMS residual error, dan Level of Accuracy (LoA).
Selanjutnya dilakukan evaluasi parameter geometrik point cloud berupa roughness, surface variation,
normal change rate, serta inverse density untuk menilai sensitivitas dataset terhadap perubahan lokal
permukaan yang berkaitan dengan indikasi diskontinuitas. Parameter-parameter tersebut kemudian
dinormalisasi dan diintegrasikan ke dalam suatu indeks komposit berupa Geometric Variation Index (GVI)
untuk mengevaluasi kemampuan representasi geometrik dataset terhadap variasi permukaan struktur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ALS dan TLS menghasilkan model point cloud dengan
nilai global bundle error sebesar 0,003 m yang memenuhi kriteria USIBD LoA 4.0 sehingga memiliki
kualitas geometrik yang memadai untuk mendukung analisis variasi geometri lokal pada struktur
jembatan. Evaluasi threshold menunjukkan bahwa nilai 0,35 memberikan keseimbangan terbaik antara
sensitivitas dan selektivitas dalam pemisahan karakteristik geometrik. Proses verifikasi menggunakan
dokumentasi lapangan menunjukkan adanya kesesuaian spasial antara perubahan karakteristik visual
permukaan dengan distribusi parameter geometrik pada model point cloud. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa integrasi ALS dan TLS mampu meningkatkan completeness model, mengurangi blind area, serta
meningkatkan kemampuan representasi geometrik dibandingkan penggunaan sensor tunggal.
Perpustakaan Digital ITB