Human Sattlement dalam bahasa indonesia seringkali dipadankan dengan istilah permukiman yang berarti tempat manusia hidup dan berperikehidupan. Perkembangan permukiman sebagai sebuah entitas hibrid tidak lain merupakan evolusi kolektif antara aktor-aktor manusia dan non-manusia (objek teknis, objek alamiah, artefak, mesin dll.) yang saling berintekasi dalam relasi-relasi tertentu sehingga membentuk sebuah jejaring yang heterogen. Tujuan yang ingin dicapai dari perkembangan tersebut adalah mewujudkan keadaan yang lebih baik (better settlement). Sentra Industri Kulit (SIK) Sukaregang merupakan wujud aktual dari sebuah permukiman yang terus mengalami ko-evolusi untuk mencapai keadaan yang memberikan kebahagian dan keselamatan bagi setiap penghuninya (inhabitant) melalui aktifitas industri kulit.
Kehadiran SIK Sukaregang membawa implikasi pada pencemaran Sungai Ciwalen dan Cigulampeng yang mempengaruhi aktifitas kelompok bermukim lain pada daerah aliran kedua sungai tersebut. Kesetaraan warga pada daerah aliran sungai Ciwalen dan Cigulampeng dalam mendapatkan manfaat dari fungsi air sungai perlu dipelihara agar dapat memberikan kesempatan yang sama pada setiap pemukim untuk mengembangkan kapasitas manusia secara utuh. Hal ini merujuk pada manifestasi keadilan distributif dimana air sebagai flowing resource merupakan global public good yang menjadi hak bagi seluruh manusia sehingga menuntut kewajiban terhadap manusia sendiri untuk selalu menjaga fungsi air dalam kesatuan ekosistem.
Penelitian ini mencoba mengungkapkan bagaimana proses kemenjadian permukiman SIK Sukaregang melalui trajektori perkembangannya dalam konteks pengendalian pencemaran sungai, serta melakukan identifikasi efek-efek yang dihasilkan dari perubahan dan kehadiran entitas tersebut. Teori Jaringan Aktor (Actor-Network Theory/ANT) digunakan dalam penelitian ini karena menyediakan kerangka analitik yang memadai untuk memahami realitas hibrid tersebut – human pada satu sisi dan settlement (non human) pada sisi yang lain.
Kata kunci: SIK Sukaregang, Permukiman, Keadilan Distributif Air, Tata Kelola, Keberlanjutan, Teori Jaringan-Aktor.
Perpustakaan Digital ITB