digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Telah terdapat berbagai upaya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan dalam dewan direksi perusahaan berdasarkan asumsi bahwa keberagaman gender berdampak positif terhadap kinerja perusahaan, namun hal ini masih belum jelas dalam konteks negara berkembang dengan regulasi terbatas dan keterwakilan perempuan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah keberagaman gender dewan direksi mempengaruhi kinerja perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Indonesia, serta apakah pengaruh tersebut bergantung pada ukuran perusahaan. Berdasarkan Upper Echelons Theory dan kerangka variety, diharapkan bahwa direktur perempuan dapat membawa pengetahuan yang lebih beragam ke dalam dewan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja perusahaan. Data dikumpulkan dari 595 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Indonesia menggunakan Orbis untuk tahun 2024, dan dianalisis menggunakan regresi OLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara keberagaman gender dewan direksi dan kinerja perusahaan, namun tidak signifikan secara statistik, begitu pula dengan interaksi antara variabel tersebut dan ukuran perusahaan. Rendahnya keterwakilan perempuan di dewan direksi, yang rata-rata hanya sebesar 16,8%, menyebabkan banyak perusahaan tidak memenuhi ambang batas yang diperlukan agar keberagaman gender dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dewan, yang juga dapat menjelaskan perbedaan hasil ini dengan temuan positif di China dan Kanada serta dampak dari ketiadaan regulasi keberagaman gender dewan direksi di Indonesia. Keywords: Keberagaman Gender, Dewan Direksi, Kinerja Perusahaan, Ukuran Perusahaan, Indonesia