Pemurnian protein merupakan tahap pen4ng dalam bioteknologi, dengan teknik kromatografi yang
umum digunakan untuk memisahkan protein target dari residu seluler. Immobilised Metal A?nity
Chromatography (IMAC) dengan penggunaan tag polihis4din (His-tag) sering dimanfaatkan pada tahap
awal penangkapan protein. His-tag umumnya ditempatkan pada ujung N-terminal atau C-terminal,
bergantung pada orientasi yang memas4kan paparan permukaan yang cukup untuk berikatan dengan
resin Ni-NTA tanpa mengganggu ak4vitas enzim. Peneli4an ini berfokus pada enzim katalase HPII seq
dan kera4nase, yang sebelumnya 4dak dapat mengikat resin secara efisien menggunakan kromatografi
Ni-NTA ke4ka diekspresikan dengan His-tag pada N-terminal. Tujuan peneli4an ini adalah
mengembangkan sistem ekspresi E. coli untuk kedua enzim tersebut dengan memindahkan His-tag ke
C-terminal, sehingga meningkatkan efisiensi pengikatan tanpa menurunkan fungsi enzima4k. Gen
target dikloning ke dalam backbone plasmid pET16b_rec menggunakan metode QuickStep Cloning,
yaitu teknik PCR tanpa restriksi yang memanfaatkan megaprimer. Op4masi PCR dicapai pada suhu
annealing 60°C dengan rasio primer (cterm:mega) 2:1 untuk katalase dan 10:1 untuk kera4nase.
Keberhasilan pemindahan 8x His-tag ke C-terminal dikonfirmasi melalui analisis migrasi gel, pemetaan
restriksi, dan sekuensing DNA. Setelah diekspresikan pada E. coli BL21(DE3), protein rekombinan—
katalase HPII seq berukuran 77 kDa dan kera4nase matur berukuran 29 kDa—berhasil tertahan pada
resin Ni-NTA. Uji ak4vitas kualita4f menunjukkan bahwa kedua enzim tetap mempertahankan fungsi
biologisnya: katalase menunjukkan ak4vitas katali4k, sedangkan kera4nase menunjukkan ak4vitas
kaseinoli4k dan kera4noli4k. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan His-tag pada C-terminal
mampu mengatasi keterbatasan pengikatan yang muncul pada His-tag N-terminal, tanpa mengganggu
integritas struktural maupun ak4vitas enzima4k.
Perpustakaan Digital ITB