2026 TS PP JULIA MARGARETHA SITUMORANG 19023007 – COVER
PUBLIC Open In Flipbook Wiwik Istiyarini
Meningkatnya konflik geopolitik dan ketidakpastian kebijakan iklim meningkatkan
kebutuhan investor terhadap aset yang mampu mempertahankan nilainya selama periode
tekanan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah portofolio saham
energi terbarukan di Indonesia memiliki karakteristik safe haven terhadap Geopolitical
Risk (GPR) dan Climate Policy Uncertainty (CPU), serta mengkaji peran harga minyak
mentah Brent. Portofolio dalam penelitian ini terdiri atas empat saham energi terbarukan,
yaitu BREN, PGEO, KEEN, dan ARKO yang dikonstruksi menggunakan Drifting Weight
(DW) dan Market Capitalization-Weighted (MCW). Melalui metode regresi kuantil, hasil
penelitian menunjukkan bahwa kedua portofolio secara konsisten memiliki karakteristik
Weak Safe Haven terhadap GPR dan CPU selama kondisi pasar bearish, yang ditunjukkan
oleh koefisien yang tidak signifikan pada kuantil bawah (q05 dan q10). Kesimpulan
tersebut tetap konsisten setelah penambahan variabel dummy P90 dan P95. Sementara
itu, minyak mentah BRENT memiliki pengaruh yang signifikan pada sejumlah kecil
kuantil, mengindikasikan bahwa pengaruhnya tidak konsisten di berbagai kondisi pasar.
Sebaliknya, nilai tukar USD/IDR menjadi variabel yang paling konsisten menunjukkan
hubungan negatif signifikan terhadap imbal hasil portofolio energi terbarukan. Secara
keseluruhan, saham energi terbarukan memiliki kinerja yang stabil selama periode
ketidakpastian dan berpotensi sebagai investasi defensif pasif.
Kata Kunci: Saham Energi Terbarukan, Safe Haven, Risiko Geopolitik, Ketidakpastian
Kebijakan Iklim, Minyak Mentah BRENT.
Perpustakaan Digital ITB