digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Meningkatnya konflik geopolitik dan ketidakpastian kebijakan iklim meningkatkan kebutuhan investor terhadap aset yang mampu mempertahankan nilainya selama periode tekanan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah portofolio saham energi terbarukan di Indonesia memiliki karakteristik safe haven terhadap Geopolitical Risk (GPR) dan Climate Policy Uncertainty (CPU), serta mengkaji peran harga minyak mentah Brent. Portofolio dalam penelitian ini terdiri atas empat saham energi terbarukan, yaitu BREN, PGEO, KEEN, dan ARKO yang dikonstruksi menggunakan Drifting Weight (DW) dan Market Capitalization-Weighted (MCW). Melalui metode regresi kuantil, hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua portofolio secara konsisten memiliki karakteristik Weak Safe Haven terhadap GPR dan CPU selama kondisi pasar bearish, yang ditunjukkan oleh koefisien yang tidak signifikan pada kuantil bawah (q05 dan q10). Kesimpulan tersebut tetap konsisten setelah penambahan variabel dummy P90 dan P95. Sementara itu, minyak mentah BRENT memiliki pengaruh yang signifikan pada sejumlah kecil kuantil, mengindikasikan bahwa pengaruhnya tidak konsisten di berbagai kondisi pasar. Sebaliknya, nilai tukar USD/IDR menjadi variabel yang paling konsisten menunjukkan hubungan negatif signifikan terhadap imbal hasil portofolio energi terbarukan. Secara keseluruhan, saham energi terbarukan memiliki kinerja yang stabil selama periode ketidakpastian dan berpotensi sebagai investasi defensif pasif. Kata Kunci: Saham Energi Terbarukan, Safe Haven, Risiko Geopolitik, Ketidakpastian Kebijakan Iklim, Minyak Mentah BRENT.