Penelitian ini menganalisis karakteristik variasi spasial-temporal elevasi muka air di
sepanjang Sungai Kapuas dan mengevaluasi keandalan arsitektur hibrida
Variational Mode Decomposition–Long Short-Term Memory (VMD-LSTM).
Dinamika hidrodinamika diidentifikasi melalui analisis korelasi silang, yang
mengungkapkan transisi pola dari dominasi pasang surut di kawasan estuari (muara)
menuju dominasi debit sungai yang stokastik dan noisy di kawasan hulu. Transisi
ini ditandai dengan penyusutan rentang tunggang pasut akibat fenomena peredaman
energi pasang surut. Analisis ini mengonfirmasi adanya waktu jalar (time lag)
hingga 2 jam 25 menit di Stasiun E, disertai penurunan drastis koefisien korelasi
Stasiun E terhadap Stasiun A (-0,896). Untuk mengatasi kompleksitas sinyal
tersebut,
metode
VMD diintegrasikan sebagai prapemrosesan guna
mendekomposisi sinyal menjadi komponen Intrinsic Mode Function (IMF) yang
stasioner bagi arsitektur LSTM. Hasil komparasi membuktikan model hibrida
VMD-LSTM jauh lebih unggul dibandingkan LSTM Tunggal. Secara kuantitatif,
model ini mereduksi Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 17,7% di estuari dan
mencapai reduksi masif 66,1% di wilayah hulu. Penggunaan data residu dengan
resolusi temporal 10 menit terbukti sebagai konfigurasi input paling efektif,
menghasilkan presisi estimasi tinggi (R² mencapai 0,999 di Stasiun E). Hasil
pemodelan ini kemudian diimplementasikan ke dalam kerangka klasifikasi kondisi
elevasi muka air berbasis indeks persentil sebagai instrumen yang andal untuk
mendukung identifikasi dan pemetaan profil hidrologis di sepanjang kawasan
Sungai Kapuas.
Perpustakaan Digital ITB