Penelitian ini membahas karakteristik dan nilai fungsi objek boneka dalam
pertunjukan Stream of Memory oleh Papermoon Puppet Theatre melalui
pendekatan ludic. Penelitian berangkat dari kondisi bahwa karakteristik fisik objek
boneka sering dibahas terpisah dari fungsi yang dijalankannya dalam pertunjukan,
sehingga hubungan antara kondisi material objek dan peran yang dibentuknya
belum terbaca sebagai satu proses. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, dokumentasi pertunjukan, dan
wawancara dengan tim kreatif Papermoon Puppet Theatre. Analisis dilakukan
dengan mengidentifikasi karakteristik bentuk, material, konstruksi, artikulasi,
sistem manipulasi, dan keterlibatan tubuh pemain pada tujuh objek boneka utama,
yaitu Sang, Jun, Kali, Gajah, Spirit, Burung Kecil, dan Burung Besar. Selanjutnya,
kemungkinan dan batas tindakan objek dianalisis melalui lima relasi penggunaan,
yaitu relasi dengan pemain, antarobjek, ruang dan elemen pertunjukan, narasi, serta
audiens dengan menggunakan konsep bermain dari Huizinga, Caillois, dan Sicart.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik objek boneka berbeda sesuai
kebutuhan bentuk, gerak, dan sistem manipulasi yang digunakan. Berdasarkan
analisis tersebut, pendekatan ludic dalam teater boneka dirumuskan melalui
hubungan antara karakteristik objek, tindakan pemain, serta sistem pertunjukan.
Pendekatan ini menghasilkan lima nilai fungsi objek boneka, yaitu pembentuk
kehadiran dan peran karakter, pengatur dan perantara koordinasi tindakan,
pembentuk hubungan antarkarakter, pengikat komposisi spasial, visual, dan
temporal, serta pembawa narasi dan komunikasi visual. Nilai fungsi tersebut tidak
melekat secara tetap pada bentuk fisik objek, tetapi terbentuk melalui penggunaan
objek dalam sistem pertunjukan. Temuan penelitian ini menjadi dasar penyusunan
kerangka rekomendasi konsep desain pertunjukan teater boneka yang kemudian
dikonfirmasi melalui tanggapan praktisi Papermoon Puppet Theatre.
Perpustakaan Digital ITB