Lapangan GMH dan NEB merupakan lapangan hidrokarbon pada interval Lower Talang Akar Formation (LTAF) dengan karakter reservoir yang kompleks. Kompleksitas tersebut berkaitan dengan keberadaan lapisan batupasir tipis, sisipan batubara, serta variasi lingkungan pengendapan fluvio-deltaik yang dipengaruhi oleh perubahan litologi dan kemiringan basin. Kondisi ini dapat menghasilkan respons seismik yang kompleks dan meningkatkan kemungkinan munculnya efek tuning pada reservoir. Penelitian ini dilakukan untuk mengkarakterisasi reservoir melalui integrasi pemodelan AVO berbasis literatur, respons AVO dari data sumur, serta gradien AVO dari data seismik, dengan memanfaatkan atribut AVO dan atribut amplitudo sebagai pendukung interpretasi. Data yang digunakan meliputi 3D seismic gathers, data sumur, time-depth relationship (TDR), marker stratigrafi, dan horizon pada setiap interval stratigrafi. Conditioning log dilakukan menggunakan frequency filtering dan scaling untuk menyesuaikan spektrum log dengan bandwidth seismik. Hasil analisis menunjukkan korelasi data sumur dan seismik sebesar 0,60–0,80, sedangkan perubahan NTG antara model awal dan akhir tidak melebihi 9%. Respons AVO didominasi Kelas II dan III, dengan 31 dari 35 evaluasi menunjukkan konsistensi antara respons sumur dan seismik atau sebesar 88,4%. Analisis spectral decomposition dengan RGB blending juga dilakukan untuk menonjolkan variasi frekuensi dan mendukung interpretasi geometri serta distribusi lateral channel reservoir. Hasil validasi atribut menunjukkan korelasi lebih dari 0,5 antara Sweetness dan net pay, SPR dan saturasi CO? dengan hubungan berbanding terbalik, serta Intercept terhadap Sw di GMH dan PHIT di NEB. Hasil validasi tersebut kemudian digunakan untuk mengidentifikasi dan membagi zona reservoir mulai dari Main HC Zone, Potential HC Zone, Transition Zone, hingga Non-Reservoir Zone.
Perpustakaan Digital ITB