digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Maulana Zakky Mubarok Syamsi
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

TA_Maulana Zakky Mubarok Syamsi
Terbatas  Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan

Reservoir karbonat memiliki heterogenitas yang kompleks akibat variasi fasies, tipe pori, rekahan, diagenesis, dan kompaksi, sehingga pemisahan karbonat berpori, tight carbonate, wet carbonate, dan hydrocarbon-bearing carbonate tidak selalu jelas berdasarkan parameter elastik dasar. Penelitian ini dilakukan pada Lapangan “Camp Nou”, Cekungan Jawa Timur Utara, dengan Formasi Kujung I sebagai target. Data yang digunakan meliputi tiga sumur, data seismik 3D partial-angle stack, horizon, dan marker formasi. Tahapan penelitian mencakup analisis sensitivitas, bandwidth matching, analisis Amplitude Versus Offset, serta inversi Linear Programming Sparse Spike untuk menghasilkan volume acoustic impedance (AI) dan rasio Vp/Vs. Hasil inversi memiliki korelasi sebesar 0,891 untuk AI dan 0,689 untuk Vp/Vs, sedangkan validasi sumur buta menghasilkan korelasi 0,887 dan 0,662. Volume inversi digunakan untuk membentuk atribut SPEIL dan SCPEI. Parameter optimum SPEIL adalah ????=0,1, ????=0,2, dan ????=-31?, dengan korelasi terhadap densitas sebesar 0,756-0,824. Parameter optimum SCPEI adalah ????=2, ????=0,1, dan ????=-25?, dengan korelasi terhadap resistivitas sebesar 0,700-0,940. SPEIL digunakan untuk membentuk pseudo-density dan pseudo-porosity, sedangkan SCPEI digunakan untuk membentuk pseudo-resistivity. Integrasi data sumur, atribut seismik, peta slicing, dan kondisi geologi menunjukkan bahwa Kujung I Zona 2 memiliki kualitas reservoir dan indikasi hidrokarbon paling konsisten. Zona ini berasosiasi dengan bagian tinggian tubuh karbonat, memiliki porositas menengah, resistivitas tinggi, rasio Vp/Vs rendah, saturasi air relatif rendah, dan peningkatan total gas. Sebaliknya, Zona 5 lebih konsisten diinterpretasikan sebagai tight carbonate.