Pertumbuhan industri biodiesel global meningkatkan produksi glycerin pitch (GP),
produk sampingan yang berpotensi mencemari lingkungan namun berpotensi sebagai
substrat biogas melalui anaerobic digestion berkat tingginya kandungan gliserol.
Penelitian ini bertujuan menginvestigasi potensi produksi biogas dari GP, dengan fokus
pada pengaruh Inoculum-to-Substrate Ratio (ISR) terhadap produktivitas (mL/g VS) dan
stabilitas proses. Penelitian berskala laboratorium ini menggunakan sistem batch tertutup
pada suhu ruang, memanfaatkan kotoran sapi sebagai inokulum tanpa penambahan kosubstrat
dan tanpa replikasi. Parameter utama yang dievaluasi meliputi produktivitas
biogas substrat (mL/g VS), rasio C/N estimasi, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa produktivitas biogas sangat bergantung pada ISR. Hasil optimal dicapai pada ISR
16:1 dengan produktivitas 125,71 mL/g VS. Sebaliknya, proporsi inokulum rendah (ISR
1:4 hingga 4:1) terindikasi menyebabkan kegagalan sistem dan penurunan pH yang tajam.
Kondisi ini mengindikasikan asidosis parah, yang dihipotesiskan terjadi akibat kelebihan
beban karbon serta potensi toksisitas langsung dari pengotor bawaan GP, seperti Matter
Organic Non-Glycerol (MONG) dan garam inorganik. Untuk memastikan stabilitas
metabolisme, sistem terindikasi membutuhkan ISR operasional minimum 8:1 guna
memberikan kapasitas penyangga yang memadai, mengencerkan potensi toksisitas, serta
menjaga rentang ideal pH (6,6–7,6) dan mempertahankan rasio C/N estimasi pada nilai
ideal (25–30). Kesimpulannya, meskipun GP layak menjadi substrat biogas, aplikasinya
membutuhkan batasan operasional yang presisi dan pengendalian laju pembebanan
organik untuk mencegah potensi inhibisi metanogenik.
Perpustakaan Digital ITB