digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Hylmi Farras Madjid
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pertumbuhan industri biodiesel global meningkatkan produksi glycerin pitch (GP), produk sampingan yang berpotensi mencemari lingkungan namun berpotensi sebagai substrat biogas melalui anaerobic digestion berkat tingginya kandungan gliserol. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi potensi produksi biogas dari GP, dengan fokus pada pengaruh Inoculum-to-Substrate Ratio (ISR) terhadap produktivitas (mL/g VS) dan stabilitas proses. Penelitian berskala laboratorium ini menggunakan sistem batch tertutup pada suhu ruang, memanfaatkan kotoran sapi sebagai inokulum tanpa penambahan kosubstrat dan tanpa replikasi. Parameter utama yang dievaluasi meliputi produktivitas biogas substrat (mL/g VS), rasio C/N estimasi, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas biogas sangat bergantung pada ISR. Hasil optimal dicapai pada ISR 16:1 dengan produktivitas 125,71 mL/g VS. Sebaliknya, proporsi inokulum rendah (ISR 1:4 hingga 4:1) terindikasi menyebabkan kegagalan sistem dan penurunan pH yang tajam. Kondisi ini mengindikasikan asidosis parah, yang dihipotesiskan terjadi akibat kelebihan beban karbon serta potensi toksisitas langsung dari pengotor bawaan GP, seperti Matter Organic Non-Glycerol (MONG) dan garam inorganik. Untuk memastikan stabilitas metabolisme, sistem terindikasi membutuhkan ISR operasional minimum 8:1 guna memberikan kapasitas penyangga yang memadai, mengencerkan potensi toksisitas, serta menjaga rentang ideal pH (6,6–7,6) dan mempertahankan rasio C/N estimasi pada nilai ideal (25–30). Kesimpulannya, meskipun GP layak menjadi substrat biogas, aplikasinya membutuhkan batasan operasional yang presisi dan pengendalian laju pembebanan organik untuk mencegah potensi inhibisi metanogenik.