Pulau Bangka merupakan bagian penting dari Sabuk Timah Asia Tenggara yang
memiliki sebaran granitoid luas dan berasosiasi dengan mineralisasi timah serta
potensi unsur tanah jarang (REE). Granitoid di Pulau Bangka terbagi menjadi
Provinsi Rentang Utama dan Provinsi Timur. Meskipun potensi REE telah banyak
dikaji, penelitian terintegrasi yang menggabungkan analisis petrografi detail dengan
geokimia unsur utama dan jejak secara khusus di Bangka Utara masih terbatas.
Penelitian ini menganalisis sembilan sayatan tipis dari lokasi Bukit Bais, Tempilang,
Siangau, Mangkol, Kelapa, Jebus, Pemali, Plangas, dan Menumbing. Analisis
petrografi dilakukan melalui pengamatan mikroskop polarisasi. Metode point
counting diterapkan dengan grid 3608 kotak menggunakan CorelDraw, di mana
setiap mineral ditandai warna berbeda dan dihitung secara semiotomatis dengan
bantuan kecerdasan buatan, kemudian divalidasi secara manual. Hasil perhitungan
digunakan untuk klasifikasi QAP dan analisis mikrostruktur. Data geokimia tujuh
sampel sekunder penelitian terdahulu diinterpretasikan melalui diagram Harker, TAS,
AFM, SiO?–K?O, A/CNK, tipe granit, serta spider diagram REE yang dinormalisasi
terhadap chondrite dan primitive mantle. Hasil menunjukkan dominasi syenogranit
dan monzogranit dengan mikrostruktur deformasi lengkap dari tahap suprasolidus
(submagmatic fracture, normal zoning) hingga subsolidus suhu rendah (undulose
extinction, kink band pada mika), mengindikasikan emplacement syn- hingga latetectonic.
Secara geokimia, granitoid bersifat high-K calc-alkaline, tipe-I,
peraluminus lemah (A/CNK < 1,1), ferroan, dan alkali-calcic, serta termasuk
strongly differentiated granites. Pola REE menunjukkan pengayaan LREE disertai
anomali Eu negatif kuat, dengan sampel Menumbing paling kaya LREE dan
Mangkol relatif lebih kaya HREE. Integrasi data menghasilkan model pengayaan
REE tiga tahap yang dikontrol evolusi tektonik: fase continental arc, fase collision,
serta fase post-orogenic. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan sistematis
analisis mikrostruktur deformasi untuk merekonstruksi hubungan antara sejarah
emplacement dan tingkat pengayaan REE di Bangka Utara. Hasil ini berkontribusi
pada pemahaman petrogenesis granitoid orogenik serta implikasi praktis bagi
eksplorasi REE di Sabuk Timah Asia Tenggara.
Perpustakaan Digital ITB