digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pulau Bangka merupakan bagian penting dari Sabuk Timah Asia Tenggara yang memiliki sebaran granitoid luas dan berasosiasi dengan mineralisasi timah serta potensi unsur tanah jarang (REE). Granitoid di Pulau Bangka terbagi menjadi Provinsi Rentang Utama dan Provinsi Timur. Meskipun potensi REE telah banyak dikaji, penelitian terintegrasi yang menggabungkan analisis petrografi detail dengan geokimia unsur utama dan jejak secara khusus di Bangka Utara masih terbatas. Penelitian ini menganalisis sembilan sayatan tipis dari lokasi Bukit Bais, Tempilang, Siangau, Mangkol, Kelapa, Jebus, Pemali, Plangas, dan Menumbing. Analisis petrografi dilakukan melalui pengamatan mikroskop polarisasi. Metode point counting diterapkan dengan grid 3608 kotak menggunakan CorelDraw, di mana setiap mineral ditandai warna berbeda dan dihitung secara semiotomatis dengan bantuan kecerdasan buatan, kemudian divalidasi secara manual. Hasil perhitungan digunakan untuk klasifikasi QAP dan analisis mikrostruktur. Data geokimia tujuh sampel sekunder penelitian terdahulu diinterpretasikan melalui diagram Harker, TAS, AFM, SiO?–K?O, A/CNK, tipe granit, serta spider diagram REE yang dinormalisasi terhadap chondrite dan primitive mantle. Hasil menunjukkan dominasi syenogranit dan monzogranit dengan mikrostruktur deformasi lengkap dari tahap suprasolidus (submagmatic fracture, normal zoning) hingga subsolidus suhu rendah (undulose extinction, kink band pada mika), mengindikasikan emplacement syn- hingga latetectonic. Secara geokimia, granitoid bersifat high-K calc-alkaline, tipe-I, peraluminus lemah (A/CNK < 1,1), ferroan, dan alkali-calcic, serta termasuk strongly differentiated granites. Pola REE menunjukkan pengayaan LREE disertai anomali Eu negatif kuat, dengan sampel Menumbing paling kaya LREE dan Mangkol relatif lebih kaya HREE. Integrasi data menghasilkan model pengayaan REE tiga tahap yang dikontrol evolusi tektonik: fase continental arc, fase collision, serta fase post-orogenic. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan sistematis analisis mikrostruktur deformasi untuk merekonstruksi hubungan antara sejarah emplacement dan tingkat pengayaan REE di Bangka Utara. Hasil ini berkontribusi pada pemahaman petrogenesis granitoid orogenik serta implikasi praktis bagi eksplorasi REE di Sabuk Timah Asia Tenggara.