ABSTRAK Afifah Ulya Nadira
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Afifah Ulya Nadira
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Afifah Ulya Nadira
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Afifah Ulya Nadira
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Afifah Ulya Nadira
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Afifah Ulya Nadira
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Afifah Ulya Nadira
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Afifah Ulya Nadira
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Ketergantungan global terhadap energi hidrokarbon mendorong eksplorasi beralih
ke sumber daya non-konvensional, termasuk kelompok Migas Non Konvensional
(MNK) dan Low Quality Reservoir (LQR). Penelitian ini diawali dengan fokus pada
Batuan T, sampel yang terindikasi memiliki cadangan hidrokarbon namun sulit
diekstraksi karena karakteristik petrofisikanya yang kompleks. Masalah utama yang
diidentifikasi pada sampel ini adalah adanya porositas yang dinilai cukup besar,
namun permeabilitas yang sangat rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis
keadaan tersebut melalui karakterisasi struktural dari data digital (melalui
pemindaian berbasis Micro-CT dan Nano-CT), mengenali jenis batuan dengan
analisis mineralogi (SEM-EDX, FESEM, XRF, XRD, dan petrografi), serta
mengkaji pengaruh kompleksitas struktur mikro terhadap sifat geomekanik sampel
T dan batuan pembanding K. Karakterisasi mineralogi menunjukkan bahwa sampel
T merupakan golongan batu gamping kuarsatik, sedangkan sampel K merupakan
batugamping. Sifat geomekanik kedua sampel dievaluasi melalui tiga metode uji
tekan uniaksial terintegrasi data digital hasil pemindaian micro-CT, yaitu metode
konvensional (skema pemindaian pre-post), metode selang waktu (time-lapse), dan
metode in-situ XRM dinamik, untuk menentukan metode yang paling representatif
dalam mengamati respons serta evolusi struktural batuan selama pembebanan Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode menghasilkan nilai modulus Young
dengan variasi signifikan, metode konvensional menghasilkan nilai pada orde GPa,
sedangkan metode selang waktu dan in-situ XRM menghasilkan nilai pada orde
MPa yang mengindikasikan adanya perbedaan karakteristik dan keterbatasan teknis
antar metode dalam merepresentasikan sifat mekanik batuan secara akurat. Analisis
morfometri lebih lanjut mengungkap pola evolusi mikrostruktur (porositas,
konektivitas, dan dimensi fraktal) yang konsisten dengan mekanisme kompaksi,
inisiasi retakan, dan pemadatan pasca-keruntuhan.
Perpustakaan Digital ITB