digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fauzia Ayu Lestari
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Indonesia kekurangan volume minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga diperlukan teknologi untuk meningkatkan perolehan minyak bumi seperti Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR). Studi terkait penentuan medium optimum untuk biostimulasi MEOR menunjukkan bahwa nutrisi yang terdiri atas molase, NPK, dan Diammonium Phosphate (DAP) efektif untuk meningkatkan perolehan minyak bumi. Meskipun demikian, media dengan komposisi nutrisi tersebut menghasilkan endapan yang dapat berpotensi menurunkan efektivitas MEOR. Hingga saat ini, karakteristik endapan dan pengaruhnya terhadap biostimulasi MEOR belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengoptimasi kombinasi jenis nutrisi, mengkarakterisasi endapannya, serta memvalidasi kemampuan media yang sudah dioptimasi untuk efektivitas MEOR. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan sampel fluida dari sumur minyak bumi kode X dan Y. Uji gravimetri terhadap kombinasi jenis nutrisi dilakukan untuk mencari media dengan endapan yang sedikit. Kelimpahan mikroba pada kandidat media endapan tersedikit dihitung untuk menentukan satu varian terpilih. Karakterisasi endapan dilakukan melalui analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy Energy-Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS). Uji validasi dilakukan untuk mengkonfirmasi efektivitas media terpilih untuk biostimulasi MEOR yang diukur melalui pengamatan kelimpahan mikroba, produksi biosurfaktan, dan perubahan karakteristik fluida. Berdasarkan hasil uji gravimetri, variasi nutrisi kode C12, C111, C114, C59, dan C60 untuk sumur X serta C15, C116, C21, C25, dan C110 untuk sumur Y menghasilkan endapan yang paling sedikit di antara seluruh unit variabel sehingga varian tersebut dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Berdasarkan hasil perhitungan kelimpahan mikroba, media yang mengandung endapan lebih sedikit memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat daripada media dengan endapan yang lebih banyak. Adapun, varian C12 (X) dan C110 (Y) dipilih karena laju pertumbuhan bakterinya paling cepat dibandingkan varian lainnya. Hasil penelitian ini melaporkan endapan yang terbentuk didominasi oleh kristal hidroksiapatit dengan kandungan fosfat dari nutrisi DAP berpengaruh terhadap endapan. Sumber kalsium dapat berasal brine water dan komponen nutrisi yang digunakan. Hasil uji validasi menunjukkan varian C12 (sumur X) mampu meningkatkan jumlah sel dari 1,00 hingga 7,49 log jumlah sel, menurunkan pH media dari 7,43 menjadi 6,70, dan menghasilkan biosurfaktan 117% lebih tinggi daripada tanpa penambahan nutrisi. Varian C110 (sumur Y) mampu meningkatkan jumlah sel dari 1,30 menjadi 7,63 log jumlah sel, menurunkan pH media dari 7,03 menjadi 6,38, dan memproduksi biosurfaktan 301% lebih tinggi daripada tanpa penambahan nutrisi. Hasil pengukuran IFT dan viskositas menunjukkan varian C12 dapat menurunkan IFT dan viskositas berturut-turut sebanyak 92% dan 2,97%, sementara varian C110 menurunkan IFT dan viskositas sebanyak 95% dan 23% setelah 5 hari perlakuan. Media dengan komposisi nutrisi terpilih dapat menghasilkan faktor perolehan minyak sebesar 75,46% dan 33,55% melalui uji imbibisi dan coreflooding berturut-turut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa komposisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan mikroba indigen pada brine water sehingga efektif untuk aplikasi MEOR. Penelitian ini diharapkan dapat menyediakan rekomendasi untuk memilih nutrisi dengan kandungan yang sesuai untuk aplikasi biostimulasi MEOR di sumur minyak bumi Indonesia.