Abstrak - Aime Sekar Ayu
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), luka kronis merupakan
tantangan klinis global yang sulit disembuhkan dengan pendekatan konvensional.
Kesulitan penyembuhan tersebut disebabkan oleh microenvironment yang tidak
mendukung, seperti ketidakseimbangan eksudat, pH yang tidak stabil, serta kegagalan
respons regeneratif jaringan. Wound dressing berbasis biomaterial menjadi strategi
untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Penelitian ini mengembangkan scaffold
3D-sponge berbahan silk fibroin ulat sutera (Bombyx mori), diperkaya platelet lysate
(PL) yang mengandung growth factor, serta belum banyak dieksplorasi sebagai
sistem wound dressing untuk luka kronis. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkarakterisasi sifat fisikokimia scaffold 3D-sponge, mengevaluasi material
scaffold 3D-sponge dan profil pelepasan platelet lysate (PL release) dalam
lingkungan luka kronis, mengukur aktivitas antimikroba scaffold-PL terhadap
patogen kulit, dan menganalisis biokompatibilitas scaffold-PL. Metode penelitian
dimulai dari isolasi silk fibroin melalui proses degumming dan fabrikasi scaffold
menggunakan metode salt leaching, PL diisolasi dari thrombocyte concentrate
menggunakan metode freeze-thaw, scaffold 3D-sponge dikarakterisasi menggunakan
FTIR-ATR untuk analisis gugus fungsi serta SEM untuk morfologi pori. Pengujian
fungsional dilakukan pada variasi pH dalam lingkungan luka (pH 5.5, 7.4, dan 8.3),
dilanjutkan uji antimikroba, uji sitotoksisitas, serta mengukur densitas vaskular
melalui CAM assay. Hasil FTIR-ATR menunjukkan dominasi struktur random coil
dengan sedikit ?-sheet, yang mengindikasikan struktur protein fleksibel untuk
mendukung hidrofilitas material. Analisis SEM menunjukkan pori rata-rata 105.66 ±
3.79 ?m yang mendukung difusi molekul bioaktif dan interaksi protein pada scaffold.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa interaksi waktu dan pH berpengaruh
signifikan (p<0.05) terhadap seluruh parameter fungsional. Analisis biodegradability,
rasio swelling, dan pelepasan PL tertinggi tercatat pada pH 8.3 sebagai kondisi luka
kronis. Hasil uji antimikroba terhadap Staphylococcus aureus, Pseudomonas
aeruginosa, Escherichia coli, dan Candida albicans menunjukkan bahwa scaffold
tidak memiliki aktivitas antimikroba, tetapi tidak terdapat kontaminasi dari mikroba
lain. Uji sitotoksisitas mengonfirmasi bahwa scaffold bersifat biokompatibel, dan
CAM assay membuktikan bahwa scaffold 3D-sponge dengan 10% PL meningkatkan
densitas vaskular. Dengan demikian, scaffold 3D-sponge berbasis silk fibroin-PL
dapat bekerja optimal pada kondisi pH luka kronis, memiliki sifat biokompatibel,
biodegradable, dan tidak toksik, menjadikannya kandidat potensial wound dressing
untuk luka kronis.
Perpustakaan Digital ITB